Apresiasi Sikap SBY, Pusaka Trisakti Kini Tantang Hatta Rajasa untuk Dukung Pilkada Langsung
Jumat, 19 September 2014 | 14:30 WIBJakarta - Keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Partai Demokrat (PD) untuk tetap mempertahankan pilkada langsung dengan menolak RUU Pilkada mendapat apresiasi positif dari Pusat Kajian Trisakti (Pusaka Trisakti). Sikap demikian merupakan cerminan sikap pemimpin yang tidak mau mengkhianati agenda reformasi yang sudah disepakati.
"Pusaka Trisakti menilai keputusan SBY dan Partai Demokrat mendukung pilkada langsung bukanlah kemenangan koalisi pendukung Jokowi-JK atas KMP (Koalisi Merah Putih). Tapi bermakna lebih dari itu, sebagai kemenangan agenda reformasi dan harapan rakyat di atas kepicikan dan dendam politik yang tak rasional pascapilpres kemarin," ujar Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti, Fahmi Habsyi, di Jakarta, Jumat (19/9).
Pusaka Trisakti sendiri pernah melontarkan pernyataan bahwa jika pada akhirnya SBY, selaku Ketua PD juga ikut-ikutan mendukung penghapusan pilkada langsung, akan diartikan publik sebagai sikap politik SBY yang meninggalkan jejak kelam. Itu juga akan dianggap sebagai titik hitam demokrasi di ujung karier politik SBY, selain jejak kelam permasalahan korupsi yang menimpa kader-kadernya.
Pasca pernyataan Pusaka Trisakti tersebut, SBY langsung menyatakan bahwa tak tepat bila dirinya dikaitkan dengan pembahasan RUU itu. SBY juga menegaskan bahwa dirinya tak mau dianggap mengkhianati demokrasi atau meninggalkan titik hitam dalam demokrasi.
Menurut Fahmi, setelah SBY mengeluarkan pernyataan demikian, yang selanjutnya perlu dikritisi adalah Amien Rais, yang menyatakan dirinya menyesal menginisiasi pilkada langsung saat menjadi Ketua MPR.
Sebagai aktivis 1998, Fahmi mengatakan dirinya masih mengingat ucapan Amien Rais tahun 1998 dalam sebuah diskusi. Saat itu, pasca Soeharto lengser, Amien mengatakan bupati, gubernur, hingga presiden di Indonesia akan lahir dari aspirasi rakyat langsung.
Tapi dengan kenyataan yang ada saat ini, SBY dinilai lebih reformis dibanding Amien Rais.
"Pernyataan Amien Rais yang terjebak dalam kegalauan sendiri itu telah menggugurkan predikatnya sebagai tokoh reformasi sekaligus mendegradasi PAN, sebagai partai yang konsisten mendukung agenda reformasi secara sepenuh hati," tandas Fahmi.
Pusaka Trisakti kini menantang Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa untuk menentukan sikap. Apakah tetap akan mengikuti Amien, atau menjadi "anak durhaka" dengan mendengarkan keinginan rakyat soal agenda reformasi dalam wujud pilkada langsung.
"Mari Pak Hatta, terimalah realita sejarah dan jangan terbawa dendam politik yang tak berkesudahan. Bergabunglah dengan SBY dalam komunitas democracy lovers," pungkas Fahmi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




