Selesaikan Konflik, PPP Dinilai Harus Segera Gelar Muktamar

Senin, 22 September 2014 | 13:11 WIB
YS
B
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: B1
(dari kiri ke kanan) Wakil Ketua Umum Suharso Manoarfa, Lukman Hakim Saefuddin,  Plt Ketua Umum PPP Emron Pangkapi, Sekjen PPP M. Romahurmuziy dan Ketua DPW PPP Jawa Barat Rachmat Yasin saat menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/4). SP/Joanito De Saojoao
(dari kiri ke kanan) Wakil Ketua Umum Suharso Manoarfa, Lukman Hakim Saefuddin, Plt Ketua Umum PPP Emron Pangkapi, Sekjen PPP M. Romahurmuziy dan Ketua DPW PPP Jawa Barat Rachmat Yasin saat menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/4). SP/Joanito De Saojoao (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Pengamat Politik Soegeng Sarjadi Syndicte (SSS) Toto Sugiarto mengemukakan, satu-satunya cara untuk menyelesaikan perpecahan di tubuh PPP adalah dengan dilakukannya Muktamar. Dengan jalan muktamar, langkah konsolidasi baru dapat dilakukan untuk menyatukan perbedaan pandangan.

"Perseteruan ini dimulai sejak SDA tiba-tiba mendukung Prabowo. Terus berlanjut dan retak hingga kini dan tidak bisa bersatu kembali. Satu-satunya penyelesaian harus dengan muktamar yang dipercepat," kata Toto, Senin (22/9).

Dengan Muktamar, kader PPP juga akan ikut menentukan ke arah mana koalisi akan berlabuh. Apakah tetap berada di Koalisi Merah Putih tetapi berada di luar pemerintahan atau berada di kubu Jokowi yang memegang pemerintahan.

"Jokowi itu amat menarik buat sebagian besar kader PPP. PPP juga memiliki tradisi setelah reformasi selalu berada di pemerintahan. Mental untuk menjadi opisisi sulit diterima," ujarnya. "Jokowi menarik sekali bagi PPP. Saya kira mayoritas kader (PPP) ingin berada di pemerintahan."

Seperti diketahui, PPP tengah mengalami perpecahan. Ada kubu Plt Ketua Umum Emron Pangkapi dan kubu Suryadharma Ali. Kedua kubu ini memiliki pandangan yang berbeda terkait posisi partainya di pemerintahan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon