UI Usulkan Peringatan Hari Wayang Nasional kepada Pemerintah
Rabu, 24 September 2014 | 15:42 WIB
Jakarta - Sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya melestarikan seni wayang di Indonesia, Universitas Indonesia (UI) mengusulkan kepada pemerintah agar mencanangkan peringatan Hari Wayang Nasional. Usulan ini dinilai tidak berlebihan, sebab, tidak hanya menjadi warisan tradisional Indonesia, wayang juga telah diakui sebagai mahakarya dunia.
Pada tanggal 5 Februari 2010, wayang telah mendapatkan pengakuan Unesco. Bahkan, wayang kulit (shadow puppets) diakui Unesco sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Hummanity atau warisan maha karya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur pada 7 November 2003 silam.
Dosen, peneliti, dan juga Ketua Komunitas Wayang UI (KWUI) Dwi Woro Retno Mastuti menjelaskan, usulan mengenai Hari Wayang Nasional ini baru akan disampaikan pihaknya pada kegiatan Wayang Goes To Campus (WGTC) 2014. Meskipun keputusan ada di pemerintah, Woro optimistis banyak pihak sepakat dengan usulan tersebut.
"Kami akan mengusulkannya melalui Badan Eksekutif Mahasiswa sambil menunggu pemilihan rektor baru, mudah-mudahan bulan Februari tahun depan usulannya sudah sampai ke pemerintah. Setelah itu mungkin meminta audiens dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, atau presiden terpilih," kata Woro di sela-sela pagelaran Wayang Goes To Campus (WGTC) 2014, di Jakarta, Selasa (24/9).
Dalam kegiatan WGTC ini, UI mendorong pemberian gelar kehormatan Makara Utama UI kepada penggiat dan pelestari budaya wayang atas kontribusi serta jasanya melestarikan budaya tradisional Nusantara di dalam negeri maupun mancanegara.
Menurut Woro, pewayangan memiliki nilai seni serta muatan cerita yang sejalan dengan nilai kepribadian bangsa dan mengandung ajaran hidup berkemanusiaan yang masih relevan sepanjang zaman. Diharapkan dengan adanya WGTC 2014 ini dapat mendekatkan wayang ke lingkungan kampus, dan membangun budi pekerti para pemuda dalam rangka meningkatkan kecerdasan baik intuisi, perasaan, emosi, nalar, maupun naluri.
"Pengaruh seni wayang masih signifikan, karena mengajarkan orang akan nilai-nilai luhur tanpa menggurui. Ajaran dalam bentuk cerita, sehingga orang mendengar dan diminta untuk mencerna sendiri," kata Woro.
Acara WGTC 2014 sendiri akan berlangsung selama seminggu, yaitu 23-27 September bertempat di Balairung UI, Depok. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian pada pelestarian wayang oleh KWUI, sebuah komunitas pecinta dan pemerhati wayang yang terdiri atas unsur dosen, mahasiswa, serta karyawan.
Sejalan dengan euforia peralihan kepemimpinan nasional, WGTC 2014 kali ini mengusung tema Wayang dan Kepemimpinan yang disajikan dalam berbagai kegiatan, seperti pertunjukan wayang kulit, wayang orang, wayang golek, wayang Potehi, dan wayang Tavip. Juga digelar sarasehan, workshop, dan bazaar.
Pemilihan tema WGTC kali ini, dikatakan Woro, dikaitkan dengan perubahan kepemimpinan di Indonesia saat ini baik itu melalui pilpres, pemilu legislatif maupun pemilihan rektor UI untuk periode 2014-2019 mendatang. Nilai-nilai kempimpinan baik yang diwayangkan antara lain lakon Semar Mbangun Kayangan, yaitu tokoh wong cilik yang bermimpi menjadi pemimpin dan membangun istana. Dengan karakter pemimpin yang baik dan dicintai rakyatnya tidak mustahil mimpi itu tercapai kelak.
Ketua Pelaksana WGTC 2014 Raymond Michael Menot menambahkan, dalang kondang, seperti Ki Manteb Soedharsono, Ki Begug Poernomosidi, serta dalang cilik De Tira (Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip) turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sedangkan dalam kegiatan sarasehan nanti menghadirkan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai pembicara utama yang akan menyampaikan wayang dalam konteks ke-Indonesiaan, dan Dedi Mulyadi tentang wayang dan ketahanan nasional.
Tidak lupa penampilan mahasiswa UI yang tergabung dalam Keluarga Sastra Jawa UI dan Sekar Sriwedari yang turut memeriahkan acara. Pada puncaknya nanti tanggal 27 September, akan disajikan pagelaran Wayang Kulit Wonogiri yang dibawakan oleh enam dalang sekaligus dalam satu panggung dengan lakon Semar Mbangun Kayangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




