Pencinta Jazz
Yang Dipertuan Agong ke-14 Malaysia, Ditahbiskan
Selasa, 13 Desember 2011 | 20:52 WIB
Menjadi Yang Dipertuan Agong untuk kedua kalinya.
Dengan upacara gemerlap, Malaysia mendudukkan raja ke-14, seorang pencinta jazz dan sepakbola, yang menyerukan untuk memperkuat persatuan ditengah ketegangan ras di negara multi etnik tersebut.
Raja yang ditahbiskan itu adalah Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah,84, yang sebelumnya pernah duduk di tahta yang sama pada tahun 1970-an.
Dengan demikian Sultan Mu'adzam Shah adalah orang pertama yang menjadi Yang Dipertuan Agong untuk kedua kalinya.
Sultan mengesankan banyak pihak ketika pada tahun 2007 berjalan sejauh dua kilometer menuju stadion sepak bola setelah mobilnya yang ditumpanginya terjebak kemacetan.
Pada hari Senin, Sultan mengatakan agar penduduk Malaysia tidak mengulangi kerusuhan berdarah pada tahun 1969 yang masih meninggalkan trauma hingga saat ini.
"Kejadian menyedihkan itu jangan terulang lagi," katanya, seperti dikutip kantor berita Bernama.
Kerusuhan itu terjadi beberapa bulan setelah Sultan menjadi raja ke-5 Malaysia.
Malaysia memiliki raja sejak merdeka dari Inggris tahun 1957, ditunjuk secara berurutan dari kesultanan di negara bagian, dengan masa jabatan lima tahun.
Yang Dipertuan Agong Abdul Halim Mu'adzam Shah adalah Sultan Kedah, yang terletak di utara Malaysia.
Sultan adalah lulusan Oxford menyudkai musik jazz terutama nat King Cole, Frank Sinatra dan Dean Martin. Dia juga bermain golf.
Sementara sultan yang digantikannya adalah Tuanki Mizan Zainal Abidin, Yang Dipertuan Agong paling muda dalam sejarah Malaysia.
Mengenakan pakaian keemasan a la melayu, pelantikan hari ini dihadiri oleh Perdana Menteri Najib Razak dan ratusan tamu kehormatan.
Dengan upacara gemerlap, Malaysia mendudukkan raja ke-14, seorang pencinta jazz dan sepakbola, yang menyerukan untuk memperkuat persatuan ditengah ketegangan ras di negara multi etnik tersebut.
Raja yang ditahbiskan itu adalah Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah,84, yang sebelumnya pernah duduk di tahta yang sama pada tahun 1970-an.
Dengan demikian Sultan Mu'adzam Shah adalah orang pertama yang menjadi Yang Dipertuan Agong untuk kedua kalinya.
Sultan mengesankan banyak pihak ketika pada tahun 2007 berjalan sejauh dua kilometer menuju stadion sepak bola setelah mobilnya yang ditumpanginya terjebak kemacetan.
Pada hari Senin, Sultan mengatakan agar penduduk Malaysia tidak mengulangi kerusuhan berdarah pada tahun 1969 yang masih meninggalkan trauma hingga saat ini.
"Kejadian menyedihkan itu jangan terulang lagi," katanya, seperti dikutip kantor berita Bernama.
Kerusuhan itu terjadi beberapa bulan setelah Sultan menjadi raja ke-5 Malaysia.
Malaysia memiliki raja sejak merdeka dari Inggris tahun 1957, ditunjuk secara berurutan dari kesultanan di negara bagian, dengan masa jabatan lima tahun.
Yang Dipertuan Agong Abdul Halim Mu'adzam Shah adalah Sultan Kedah, yang terletak di utara Malaysia.
Sultan adalah lulusan Oxford menyudkai musik jazz terutama nat King Cole, Frank Sinatra dan Dean Martin. Dia juga bermain golf.
Sementara sultan yang digantikannya adalah Tuanki Mizan Zainal Abidin, Yang Dipertuan Agong paling muda dalam sejarah Malaysia.
Mengenakan pakaian keemasan a la melayu, pelantikan hari ini dihadiri oleh Perdana Menteri Najib Razak dan ratusan tamu kehormatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




