Osram Bagikan Lampu LED untuk 400 Nelayan Muara Angke

Kamis, 25 September 2014 | 21:38 WIB
CF
FH
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: FER
Alexander Zobel (Kiri) dan Erica Febrianti selaku perwakilan Osram sedang berbincang dengan perwakilan nelayan mengenai masalah penerangan saat nelayan melaut di Pelelangan Ikan Muara Angke
Alexander Zobel (Kiri) dan Erica Febrianti selaku perwakilan Osram sedang berbincang dengan perwakilan nelayan mengenai masalah penerangan saat nelayan melaut di Pelelangan Ikan Muara Angke (Suara Pembaruan/Carlos Roy Barus)

Jakarta - Sebanyak 400 kapal nelayan Muara Angke mendapatkan bantuan dari produsen lampu, Osram, di tempat pelelangan ikan Muara Angke, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Pemberian lampu tersebut bertepatan dengan hari Maritim Dunia yang jatuh pada tanggal 25 September dan menunjukkan kontribusi Osram untuk membantu kehidupan nelayan.

Yono (39) pemilik kapal dengan ukuran 25 GT mengatakan bahwa ia merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan dari pihak Osram. "Saya merasa terbantu karena bisa mengurangi pengeluaran untuk perbekalan, karena memang lampu untuk jenis itu sangat diperlukan untuk kapal dengan ukuran sedang seperti kami," ujar Yono, Kamis (25/9) siang.

"Selama ini kami menggunakan lampu pijar sebanyak 10 buah dengan daya masing-masing 50 watt, namun umur lampu biasanya hanya setengah bulan," tambah Yono. Menurut Yono untuk satu lampu pijar ia harus mengeluarkan uang sebesar Rp 30 ribu yang dibelinya dari pasar dalam kawasan pelabuhan Muara Angke."Saya beli yang biasa saja (kw) karena harganya murah dan terjangkau bagi saya," lanjut Yono.

Yono yang sudah menjalani usaha menangkap ikan sejak tahun 2004 mengaku memiliki banyak persoalan dalam melaut dan salah satunya adalah masalah pencahayaan ketika sedang melaut selama puluhan hari.

"Kalau sedang ditengah lautan dan pada malam hari, terkadang lampu sering putus karena arus listrik yang dikeluarkan genset kerap tidak stabil, jadinya ya harus bawa lampu cadangan," jelas Yono.

Yono mengungkapkan bahwa daerah tangkapan ikan yang biasa ia tempati yakni di bagian tengah perairan kepulauan seribu. "Supaya hasil maksimal, kami membutuhkan waktu setengah bulan termasuk waktu tempuh berangkat dan kembali dengan perbekalan 500 sampai 1000 liter solar untuk melaut, tapi ya memang sudah dua bulanan ini untuk mendapatkan solar agak sulit," tandas Yono.

Sementara itu, Alexander Zobel selaku Direktur Keuangan Osram Indonesia mengatakan penggunaan energi di Indonesia dinilai cukup boros berdasarkan hasil penelitian timnya.

"Apalagi nelayan di Indonesia masih menggunakan teknologi yang terbatas, maka penggunaan energi yang efisien menjadi hal yang penting untuk menghemat pengeluaran, dan menjawan masalah tersebut kami hadirkan lampu hemat energi dengan teknologi terbaru yakni LED (Light Emitting Diodes)," ujar Zobel.

Marketing Communication Manager Osram Indonesia Erica Febrianti juga ikut menambahkan bahwa produk yang diproduksi oleh Osram sudah terbukti keawetan dan kualitasnya.

"Bila kita hitung secara matematis, penggunaan lima buah lampu pijar dengan daya 50 watt membutuhkan total daya 250 watt sedangkan dengan lima buah lampu Osram LED berdaya 10 watt, total daya yang dibutuhkan hanya 50 watt," ujar dia.

Menurut Erica, penerangan yang dihasilkan dengan bola lampu Osram jauh lebih maksimal, karena dengan daya 10 watt dapat menghasilkan cahaya setara 70 watt lampu pijar.

"Harga tentu tidak pernah bohong, meskipun lebih mahal dibandingkan produk imitasi sejenis, tapi keawetan lampu Osram akan jauh lebih baik," tandas Erica.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon