Tak Mudah Bangun Timnas
Selasa, 13 Desember 2011 | 23:06 WIB
Tidak mudah untuk membangun ulang timnas Indonesia jika PSSI membatasi ruang gerak pelatih dalam mencari pemain yang akan direkrut.
Tugas pelatih membangun sebuah tim, apalagi tim nasional tidaklah mudah. Selain sisi teknik dan strategi, pelatih juga harus memiliki kenyamanan dalam melatih. Selain itu, pelatih juga harus diberi kewenangan seluasnya dalam memilih pemain yang berhak tampil.
Sebelum Rahmad Darmawan (RD) mengirimkan surat pengunduran dirinya, ia sempat menyatakan kecewa atas keputusan PSSI yang melarang pemain yang berkompetisi memperkuat timnas. RD mengaku sempat berdebat dengan petinggi PSSI mengenai hal ini. Menurutnya, pemain tidak sepantasnya menerima imbas dari kekisruhan yang terjadi di persepakbolaan nasional.
Mantan pelatih timnas, Benny Dolo mengingatkan, tidak mudah untuk membangun ulang timnas Indonesia jika PSSI membatasi ruang gerak pelatih dalam mencari pemain yang akan direkrut.
"Pelatih mencari pemain pun tidak sembarangan. Materi pemain U-23 sebenarnya merupakan kerangka timnas masa depan. Kami sangat menyesalkan kalau PSSI menyatakan pemain klub ISL dilarang dipanggil di timnas," ujar Benny Dolo menanggapi pengunduran dirinya Rahmad Darmawan sebagai pelatih U-23.
Benny yang pernah menangani timnas SEA Games 2001 menilai sikap Rahmad sebagai keputusan yang tepat. Menurutnya, situasi yang tercipta akibat dualisme kompetisi di PSSI, membuat sulit Rahmad untuk bertahan atau mempertahankan eksistensinya sebagai pelatih timnas.
"Sulit untuk mengharapkan sesuatu yang positif dalam kondisi seperti ini. Konflik PSSI saat ini memiliki pengaruh besar," katanya.
Benny menambahkan, jika PSSI tetap memaksakan kehendak, perkembangan sepak bola nasional akan terus memburuk.
Tugas pelatih membangun sebuah tim, apalagi tim nasional tidaklah mudah. Selain sisi teknik dan strategi, pelatih juga harus memiliki kenyamanan dalam melatih. Selain itu, pelatih juga harus diberi kewenangan seluasnya dalam memilih pemain yang berhak tampil.
Sebelum Rahmad Darmawan (RD) mengirimkan surat pengunduran dirinya, ia sempat menyatakan kecewa atas keputusan PSSI yang melarang pemain yang berkompetisi memperkuat timnas. RD mengaku sempat berdebat dengan petinggi PSSI mengenai hal ini. Menurutnya, pemain tidak sepantasnya menerima imbas dari kekisruhan yang terjadi di persepakbolaan nasional.
Mantan pelatih timnas, Benny Dolo mengingatkan, tidak mudah untuk membangun ulang timnas Indonesia jika PSSI membatasi ruang gerak pelatih dalam mencari pemain yang akan direkrut.
"Pelatih mencari pemain pun tidak sembarangan. Materi pemain U-23 sebenarnya merupakan kerangka timnas masa depan. Kami sangat menyesalkan kalau PSSI menyatakan pemain klub ISL dilarang dipanggil di timnas," ujar Benny Dolo menanggapi pengunduran dirinya Rahmad Darmawan sebagai pelatih U-23.
Benny yang pernah menangani timnas SEA Games 2001 menilai sikap Rahmad sebagai keputusan yang tepat. Menurutnya, situasi yang tercipta akibat dualisme kompetisi di PSSI, membuat sulit Rahmad untuk bertahan atau mempertahankan eksistensinya sebagai pelatih timnas.
"Sulit untuk mengharapkan sesuatu yang positif dalam kondisi seperti ini. Konflik PSSI saat ini memiliki pengaruh besar," katanya.
Benny menambahkan, jika PSSI tetap memaksakan kehendak, perkembangan sepak bola nasional akan terus memburuk.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




