Asap Tebal, Transportasi Udara dan Sungai di Jambi Lumpuh
Jumat, 26 September 2014 | 09:48 WIBJambi - Transportasi udara dan sungai di Kota Jambi lumpuh menyusul asap tebal yang menyelimuti kota itu Jumat (26/9) pagi.
Asap tebal yang membatasi jarak pandang di kota itu hingga 500 meter membuat pesawat tak bisa mendarat dan berangkat di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi Jumat pagi.
Kegiatan kapal barang dan penumpang di Sungai Batanghari juga banyak terhenti karena asap tebal menghalangi jarak pandang di sungai itu.
Pantauan SP di Bandara STS Kota Jambi, Jumat (26/9) pagi sekitar pukul 06.00 - 08.00 WIB, menunjukkan tidak ada pesawat yang berangkat dan mendarat karena jarak pandang terbatas hanya sekitar 500 meter akibat asap tebal.
Sedangkan di pelabuhan Angso Duo, Pasar, Sungai Batanghari, Kota Jambi, kegiatan kapal - kapal motor rute atau tujuan Kota Jambi - Muarasabak, Kabupaten Tanjungjabung Timur, juga terhenti akibat asap tebal.
Hanya beberapa kapal kecil untuk penyeberangan sungai atau ketek yang beroperasi di sungai itu Jumat pagi.
Kepala Operasi Bandara STS Jamhi, Parolan Simanjuntak, mengatakan pihaknya tidak mengizinkan pendaratan dan keberangkatan pesawat di bandara itu Jumat (26/9) pagi karena asap tebal membuat jarak pandang di bawah satu kilometer.
Pada Jumat pagi sekitar pukul 06.00 - 07.00 WIB, asap tebal yang menyelimuti Kota Jambi bahkan hanya 500 meter, sehingga pesawat yang seharusnya berangkat pukul 06.30 WIB harus ditunda.
Secara terpisah, Edy (38), seorang awak kapal motor di Sungai Batanghari mengatakan, mereka tidak berani berlayar di tengah tebalnya asap karena khwatir terjadi kecelakaan.
Kecelakaan transportasi air di Sungai Batanghari sangat rawan jika jarak pandang di bawah satu kilometer. Masalahnya di sungai tersebut banyak tiang pembangunan jembatan dan kapal-kapal kecil yang beroperasi.
"Untuk menghindari kecelakaan, kami terpaksa menunda keberangkatan hingga asap menipis siang hari. Biasanya asap tebal pagi hari menipis siang hari karena tiupan angin,"katanya.
Sementara itu jumlah warga Kota Jambi yang terserang penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) terus bertambah menyusul meningkatnya pencemaran udara akibat asap.
Warga Kota Jambi yang berobat ke pusat pelayanan kesehatan (Puskesmas) dan rumah sakit dengan keluhan radang tenggorokan, batuk dan pilek terus meningkat.
Dokter anak di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi, Imat, mengatakan jumlah warga yang berobat jalan dengan keluhan penyakit ISPA ke puskesmas tersebut selama musim asap melanda Jambi rata-rata 40 orang per hari. Sebagian besar pasien yang berobat tersebut anak-anak dan lanjut usia.
"Banyak yang berobat dengan keluhan batuk, radang tenggorokan dan flu ke puskesmas ini tiap hari. Sepekan ini saja, pasien yang berobat dengan keluhan batuk rata-rata 40 orang. Namun pasien tidak ada yang rawat inap, hanya rawat jalan," paparnya.
Sementara itu pantauan SP di Jambi, hujan yang mengguyur daerah itu dua hari berturut-turut, Selasa (23/9) hingga Rabu (24/9) tidak mampu menghalau asap.
Asap kebakaran lahan dan hutan yang menyelimuti daerah itu justru cenderung meningkat akibat masih banyaknya lokasi kebakaran lahan dan hutan di wilayah perbatasan Jambi, Sumatera Selatan.
"Sebagian besar asap yang menyelimuti Jambi berasal dari wilayah Sumatera Selatan. Dikatakan demikian karena titik api di Jambi selama tiga hari terakhir hanya satu. Sedangkan titik api di wilayah Sumatera Selatan mencapai 39 titik," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Jambi, Henrizal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




