MISSI Protes "Rights Issue" BW Plantation ke OJK
Jumat, 26 September 2014 | 11:14 WIBJakarta – Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (MISSI) melayangkan surat protes ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait penentuan harga pelaksanaan penawaran umum terbatas I (rights issue) PT BW Plantations Tbk (BWPT) pada kisaran Rp 390-411 per saham.
"Kami menilai harga pelaksanaan rights issue ini di bawah rata-rata harga transaksi saham BWPT selama tiga bulan terakhir, sehingga merugikan investor publik. Oleh karena itu, kami sudah melayangkan surat protes penentuan harga tersebut kepada OJK," tulis surat MISSI yang disampaikan kepada OJK di Jakarta, Kamis (25/9).
Sebelumnya, manajemen BW Plantation telah mengumumkan rencana penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) itu berkisar Rp 10,5-11,1 triliun. Target dana ini didasarkan pada harga pelaksanaan rights issue ini kisaran Rp 390-411 per saham.
Perseroan berniat menggunakan dana senilai Rp 10,53 triliun untuk membiayai akuisisi Grup Green Eagle dan sisanya untuk modal kerja. Ketika prospektus diterbitkan, perdagangan saham BWPT sedang disuspen pada harga Rp 955. Sepanjang tahun 2014, harga terendah saham BWPT Rp 940 dan tertinggi Rp 1.420.
MISSI berpendapat, penentuan harga right issue tersebut tidak memperhatikan kepentingan pemegang saham publik. Sebab, berpotensi merugikan pemodal publik hingga 65 persen dari modal. Selain itu, kerugian terbesar bakal menimpa pemodal yang mengambil posisi margin atas saham ini.
"Aksi korporasi BW Plantationa berpeluang merugikan investor publik. Sedangkan pemegang saham baru diuntungkan dapat harga pembelian saham terdiskon 60 persen dari harga rata-rata perdagangannya dalam satu tahun," tulis MISSI. Pada perdagangan Kamis (25/9), saham BWPT anjlok sebesar 24 persen menjadi Rp 540.
Jika rights issue ini sukses direalisasikan, Grup Rajawali, kelompok usaha yang dikendalikan oleh Peter Sondakh, berpeluang menguasai minimal 51,28 persen saham BWPT. Grup Rajawali menjadi pembeli siaga dalam penawaran umum terbatas saham (rights issue) BW Plantation.
Pada 1 September 2014, Grup Rajawali melalui PT Rajawali Corpora telah mengantongi sebanyak 21,54 persen saham BW Plantation. Rajawali mengakuisisi 558,38 juta (12,48 persen) saham dari Matacuna Group Ltd. Perseroan juga membeli 405,1 juta (9,06 persen) saham melalui Pegasus CP One Ltd.
"Selanjutnya, Grup Rajawali melalui PT Rajawali Capital International akan menjadi salah satu pembeli siaga dari rights issue kami," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan BW Plantation Kelik Irwantono.
Berdasarkan perjanjian pembelian pada 19 September, PT BW Investindo, Credit Suisse AG SG Branch S/A Matacuna Group Ltd, dan Credit Suisse AG SG Branch S/A Pegasus CP One Ltd sebagai pemegang saham lama BW Plantation tidak akan mengeksekusi haknya dalam rights issue BW Plantation.
Institusi-institusi tersebut akan mengalihkan HMETD ke Rajawali Capital International. Dengan demikian, Rajawali Capital International akan memperoleh 48,22 persen saham BW Plantation melalui rights issue.
Jika seluruh pemegang saham lama, kecuali tiga institusi tersebut, mengeksekusi haknya, kepemilikan PT BW Investindo akan terdilusi dari 34,86 persen menjadi 4,98 persen. Sedangkan Credit Suisse AG SG Branch S/A Matacuna Group Ltd menyusut 10,91 persen menjadi 1,56 persen dan Credit Suisse AG SG Branch S/A Pegasus CP One Ltd berkurang 9 persen menjadi 1,29 persen.
Sementara itu, Barclays Bank PLC Hi-Point Resources Ltd tetap akan memiliki 7,02 persen dan JP Morgan Chase Bank NA RE Non Treaty Clients sebesar 4,96 persen. Namun, saham LGT BK (Singapore) Ltd/CLT TST AC Spore akan berkurang dari 1,49 persen menjadi 0,21 persen. Terakhir, kepemilikan saham publik akan turun tipis dari 31,76 persen menjadi 31,77 persen.
Dengan demikian, porsi kepemilikan saham Rajawali Capital International setelah rights issue BW Plantation sebesar 48,22 persen. Jika ditambah milik Matacuna 1,56 persen dan Pegasus 1,29 persen yang sudah terdilusi, Rajawali akan memegang 51,07 persen saham.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




