Menko Kesra: Tingkat Kejadian dan Fatalitas Zoonosis di Indonesia Menurun
Rabu, 1 Oktober 2014 | 16:00 WIBJakarta - Tingkat kejadian dan fatalitas Zoonosis di Indonesia terus menurun, seperti flu burung, rabies, pes, leptospirosis (penyakit akibat bakteri Leptospira sp), dan antraks. Beberapa provinsi juga telah dinyatakan bebas Brusellosis atau virus yang dapat mengakibatkan keguguran pada hewan ternak.
Zoonosis merupakan suatu penyakit atau infeksi yang secara alami ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya.
Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Agung Laksono, selaku Ketua Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis (KNPZ) saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakornas) ke-3 KNPZ di Jakarta, Rabu (1/10).
"Pengendalian zoonosis berkonsep one health yaitu terpadunya kesehatan manusia, kesehatan hewan, kesehatan lingkungan, dan satwa liar secara terkoordinasi lintas sektor melalui Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis terbukti cukup efektif," kata Agung Laksono dalam sambutannya.
"Insiden dan fatalitas zoonosis terus menurun, sehingga besar harapan program swasembada daging dapat tercapai, hal ini seiring dengan peningkatan kesejahteraan rakyat," lanjutnya.
Menko Kesra menjelaskan, saat ini masyarakat dunia juga menghadapi peningkatan ancaman yang belum banyak disadari, yaitu Emerging Infectious Diseases (EID) di mana 70 persen di antaranya bersifat zoonosis, sebagai akibat kerusakan lingkungan dan perubahan ekosistem, globalisasi perdagangan, pemanasan global, serta urbanisasi.
"Kita perlu mengingat dan mengambil pelajaran bahwa pada tahun 2004 masyarakat dan industri perunggasan Indonesia menghadapi ancaman Flu Burung H5N1 dan kemudian tahun 2009 menghadapi pandemi flu A-H1N1 2009," ungkapnya.
Ditegaskan Menko Kesra, pekerjaan memang masih belum selesai. Perlu kerja yang lebih keras lagi dalam upaya mengendalikan zoonosis dan melakukan antisipasi Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV) dan Ebola yang telah banyak menelan korban jiwa.
"Kita perlu memperkuat koordinasi dan komitmen untuk melindungi rakyat dari ancaman zoonosis. Memperkuat kapasitas sumber daya Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis, dan Komisi Provinsi/Kabupaten/Kota Pengendalian Zoonosis dalam melaksanakan antisipasi, deteksi, dan respon terhadap Zoonosis dan Emerging Infectious Diseases," tegas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




