Dance Perjuangkan Kebenaran dan Keadilan
Rabu, 14 Desember 2011 | 18:44 WIB
Korban tindak kekerasan terhadap wartawan, Dance Henukh, yang merupakan jurnalis di Rote Ndao News, dinilai sebagai sosok yang kerap memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
Hal itu ditandaskan Koordinator Wilayah Parade Nusantara NTT, Devis A Karmoy, pada Beritasatu.com, melalui pesan singkat, hari ini.
"Mas Dance memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Belakangan, Mas Dance memang terus mengangkat soal penyimpangan yang terjadi di Rote Ndao. Khususnya soal dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) oleh pemerintah daerah," kata Devis.
Menurut Devis, tindak kekerasan terhadap wartawan yang telah menimpa Dance akan segera direspons oleh Parade Nusantara NTT.
Ujudnya, dengan melakukan advokasi terhadap Dance, termasuk menelusuri siapa pihak yang berada di balik aksi pembakaran tersebut.
Lebih jauh, Devis mengungkapkan, dukungan dari Parade Nusantara NTT terhadap perlindungan dan penegakan hukum terhadap kasus yang menimpa Dance diberikan karena adanya kesamaan visi.
"Sebagai jurnalis, Mas Dance telah menjalankan tugasnya sebagai bagian dari upaya kepedulian terhadap masyarakat kecil. Sebab, ADD memang diperuntukkan bagi masyarakat desa. Itu sejalan dengan visi Parade Nusantara selama ini, di antaranya melalui tuntutan terhadap lahirnya UU Desa," kata Devis.
Sabtu (10/12) petang dan Senin (12/12), rumah Dance di Desa Kuli, Kecamatan Lolabain, Kabupaten Rote Ndao, NTT, dilempar bom oleh sekelompok massa.
Akibatnya, Gino Novidri Henukh (1 bulan), anak Dance, yang tengah menderita sakit meninggal dunia. Sebelum mendapatkan teror fisik tersebut,
Dance sebenarnya sempat melaporkan ancaman-ancaman yang dialaminya.
Namun, jajaran kepolisian setempat menyatakan, ancaman tersebut tidak dapat diproses lantaran hanya berupa ucapan dari pengancam.
Hal itu ditandaskan Koordinator Wilayah Parade Nusantara NTT, Devis A Karmoy, pada Beritasatu.com, melalui pesan singkat, hari ini.
"Mas Dance memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Belakangan, Mas Dance memang terus mengangkat soal penyimpangan yang terjadi di Rote Ndao. Khususnya soal dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) oleh pemerintah daerah," kata Devis.
Menurut Devis, tindak kekerasan terhadap wartawan yang telah menimpa Dance akan segera direspons oleh Parade Nusantara NTT.
Ujudnya, dengan melakukan advokasi terhadap Dance, termasuk menelusuri siapa pihak yang berada di balik aksi pembakaran tersebut.
Lebih jauh, Devis mengungkapkan, dukungan dari Parade Nusantara NTT terhadap perlindungan dan penegakan hukum terhadap kasus yang menimpa Dance diberikan karena adanya kesamaan visi.
"Sebagai jurnalis, Mas Dance telah menjalankan tugasnya sebagai bagian dari upaya kepedulian terhadap masyarakat kecil. Sebab, ADD memang diperuntukkan bagi masyarakat desa. Itu sejalan dengan visi Parade Nusantara selama ini, di antaranya melalui tuntutan terhadap lahirnya UU Desa," kata Devis.
Sabtu (10/12) petang dan Senin (12/12), rumah Dance di Desa Kuli, Kecamatan Lolabain, Kabupaten Rote Ndao, NTT, dilempar bom oleh sekelompok massa.
Akibatnya, Gino Novidri Henukh (1 bulan), anak Dance, yang tengah menderita sakit meninggal dunia. Sebelum mendapatkan teror fisik tersebut,
Dance sebenarnya sempat melaporkan ancaman-ancaman yang dialaminya.
Namun, jajaran kepolisian setempat menyatakan, ancaman tersebut tidak dapat diproses lantaran hanya berupa ucapan dari pengancam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




