Dinas Perindustrian DKI Kekurangan Investor Bangun SPBG
Rabu, 8 Oktober 2014 | 10:31 WIB
Jakarta - Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta masih menghadapi sejumlah hambatan dalam mengimplementasikan kebijakan pembangunan integrasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).
"Kendala yang dihadapi salah satunya adalah masih sedikitnya investor swasta penyedia layanan SPBG, sehingga persaingan bisnisnya kurang ketat," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta Haris Pindratno di Jakarta, Rabu (8/10).
Menurut Haris, hambatan sedikitnya investor swasta tersebut karena harga Bahan Bakar Gas (BBG) yang rendah.
Pihaknya berencana menyiasati permasalahan tersebut dengan cara menaikkan harga jual BBG ke konsumen di tingkat SPBG.
"Harga gas yang sekarang Rp 3.100 (per liter setara premium) akan dinaikkan, namun harganya masih di bawah bensin subsidi. Harapannya agar iklim investasi di bidang ini lebih menarik," katanya.
Dinas Perindustrian DKI juga berencana melakukan kerja sama dengan pemegang merk mobil dan angkutan umum, seperti taksi, mikrolet, metromini, dan bajaj.
"Kami meminta agar mengaplikasikan mesin kendaran yang mampu dioperasikan dengan bahan bakar gas. Jadi mesin-mesin kendaraan tersebut nantinya hanya diisi dengan gas," kata Haris.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




