PKL di Kawasan Parkir Meter Akan Ditertibkan
Rabu, 8 Oktober 2014 | 10:57 WIB
Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) secara perlahan di kawasan penerapan parkir meter di Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, parkir meter akan diterapkan diseluruh lahan parkir on street (badan jalan) yang tersebar di lima wilayah DKI Jakarta.
"Nanti seluruh wilayah Jakarta harus diterapkan parkir meter. Mulai Juanda, Pasar Baru, Kelapa Gading, Perumahan, semua harus pakai itu," kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (8/10).
Dia mengungkapkan, dari hasil evaluasi penerapan parkir meter di Jalan Agus Salim, memang masih banyak kekurangan. Salah satu kekurangannya adalah masih banyaknya PKL yang menempati lahan parkir on street sebagai tempat mereka berdagang.
Akibatnya, kapasitas lahan parkir on street berkurang. Sehingga banyak kendaraan bermotor tidak bisa memarkirkan kendaraan di lahan parkir tersebut.
Melihat kondisi tersebut, lanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI akan melakukan penertiban PKL di lahan parkir on street secara bertahap.
"Nah itu harus digeser pelan-pelan. Kami mesti lihat. PKL boleh saya bilang. Selama jumlahnya kami batasi. Yang nggak boleh kan orang menjual lapak parkir untuk disewain. Di Korea, PKL boleh semua jualan di pinggir jalan, tapi ya kalau ditentuin 5 ya 5 PKL-nya," ujarnya.
Kendati demikian, Basuki tidak mau asal menertibkan PKL di parkir on street. Pihaknya akan berupaya menyediakan tempat khusus untuk PKL berdagang. "Mereka ya digeser-geser. Kami bikin taman lagi," ujarnya.
Masalah lain yang harus disempurnakan adalah pembayaran retribusi parkir masih menggunakan uang koin. Hal ini cukup merepotkan para pengemudi kendaraan bermotor yang akan parkir untuk membayar retribusi parkir.
"Sekarang kekurangannya masih harus pakai koin. Harusnya nanti masyarakat nggak perlu tukar koin, langsung dengan e-money. Nanti naik bus, naik kereta tinggal tempel e-money," ujarnya.
Belum bisa diterapkannya e-money karena belum dilakukan tender alat parkir meter. Kalau tender sudah dilaksanakan, penerapan e-money sudah bisa diintegrasikan dengan Bank DKI.
"Sekarang kan masih belum. Kalau lewat bank, rekeningnya siapa? Kan kami belum bikin beauty contest, belum ada perjanjian kerja sama. Kalau sudah kerja sama lancar lah," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




