Kesulitan Air Bersih, Basuki Sempat Dendam terhadap PAM
Rabu, 8 Oktober 2014 | 11:51 WIB
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui pernah memiliki dendam luar biasa kepada Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Jaya bersama dua operatornya, PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta.
Sejak 1981, Basuki menceritakan, dia sudah tinggal di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Selama itu, dia sering mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Mandi pun harus memakai air mineral.
"Saya sudah kayak orang kaya saja. Mandi pakai air Aqua (air minum mineral). Padahal karena nggak ada air yang bisa digunakan untuk mandi," kata Ahok saat membuka acara Ketahanan Air di Provinsi DKI Jakarta yang diselenggarakan PT Aetra Air Jakarta, di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (8/10).
Lalu, ketika itu, mantan Bupati Belitung Timur ini melihat ada mobil tanki air gratis. Namun, justru saat dia melihat daftar pengambil air tanki gratis tersebut, kebanyakan pihak industri yang membeli airnya. Sehingga, pelanggan air PAM lainnya tidak mendapatkan air bersih. "Makanya, dulu saya dendam banget sama PAM. Bukan utamakan warga yang menjadi pelanggan, tetapi monopoli air," kata Basuki.
Rasa dendam pria yang akrab disapa Ahok ini semakin menumpuk ketika menerima tagihan pembayaran air yang menyatakan ada kekurangan bayar selama dua bulan. Padahal selama bertahun-tahun, pembayaran air PAM selalu didebet langsung dari rekeningnya di Bank BCA.
"Pembayaran juga. Sekian tahun saya bayar melalui debet langsung di BCA, tiba-tiba saya dibilang ada kurang bayar dua bulan. Kenapa nggak tagih dari dulu?," ujarnya.
"Dia ancam, nggak mau bayar atau diputus. Ya terpaksa saya bayar. Tetangga saya nggak bayar, diputus, tapi akhirnya dia nggak tahan juga. Ini cara arogansi dari penguasa air yang saya nggak suka. Air begitu penting," dia menjelaskan.
Menurut dia, air sangat penting bagi kehidupan masyarakat daripada kebutuhan pangan. Dia mencontohkan, seorang manusia dapat bertahan hidup walaupun tidak makan selama 40 hari asal tetap minum air.
Oleh karena itu, sebagai pemerintah, pihaknya merasa perlu memberikan yang terbaik, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air. Termasuk dengan melakukan akuisisi pada operator yang bekerja sama dengan PD PAM Jaya, yaitu Aetra dan Palyja. Namun, hingga saat ini, akuisisi itu belum dapat dilaksanakan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




