Busyro Tetap Diunggulkan Sebagai Calon Pimpinan KPK

Kamis, 9 Oktober 2014 | 18:06 WIB
RA
B
Penulis: Rizky Amelia | Editor: B1
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas menjawab pertanyaan saat seleksi calon pimpinan KPK di Gedung Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jakarta, Kamis (9/10).
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas menjawab pertanyaan saat seleksi calon pimpinan KPK di Gedung Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jakarta, Kamis (9/10). (Antara/Reno Esnir)

Jakarta - Busyro Muqoddas tetap menjadi unggulan untuk kembali menduduki kursi calon pimpinan KPK . Hal itu diungkap oleh anggota Panitia Seleksi calon pimpinan KPK Rheinald Khasali yang ditemui usai proses wawancara di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Kamis (9/10).

"Busyro bagus. Jawabannya sistematis. Pengetahuan hukumnya solid. Kasusnya tidak ada. Busyro kandidat yang menarik," kata Rheinald.

Calon lain yang mendapatkan respon positif dari Rheinald adalah Jamin Ginting. Advokat sekaligus pengajar di Universitas Pelita Harapan itu dinilai memiliki kestabilan emosi.

Menurut Rheinald, kestabilan emosi merupakan salah satu hal yang harus dimiliki calon pimpinan KPK.

Bertolak berlakang dengan Jamin, terdapat Robby Arya Brata. Pria yang bekerja di Sekretaris Kabinet ini mempunyai emosi yang meledak-ledak. Namun, di sisi lain, Robby dinilai punya presure kuat untuk melakukan perubahan.

Calon pimpinan KPK yang berasal dari internal KPK, yaitu Subagio juga membetot perhatian panitian seleksi. Ia mempunyai ilmu dan kapasitas yang mumpuni yang dibutuhkan seorang pimpinan KPK.

Akan tetapi, panitia seleksi mempermasalahkan universitas yang diambil oleh Subagio saat menempuh pendidikan master.

"Sebaliknya, Ahmad Taufik (Jurnalis sekaligus advokat) besar di lapangan. Saya kaget dari wartawan hukum jadi wartawan gaya hidup. Sebagai wartawan dia juga melakukan unwriten law dengan menjadi lawyer," kata Rheinald.

Pasca seleksi wawancara, Panitia seleksi akan menggelar rapat untuk memilih dua calon terbaik untuk diserahkan ke Presiden.

"Sesegera mungkin. Sebelum tanggal 13 Okotober akan diserahkan ke presiden. Dua nama itu akan diumumkan di kantor presiden," ujar Rheinald.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon