Terjerat Kasus "Insider Trading" Terbesar di Australia, Pengusaha Tiongkok Diekstradisi

Jumat, 10 Oktober 2014 | 10:31 WIB
FH
B
Penulis: Febriamy Hutapea | Editor: B1
Steven Xiao saat tiba di Bandara Sydney. Dia diekstradisi atas dugaan kasus
Steven Xiao saat tiba di Bandara Sydney. Dia diekstradisi atas dugaan kasus "insider trading" terbesar di Australia. (The Australian)

Sydney - Mantan direktur perusahaan pertambangan di Tiongkok, Hanlong Mining, diekstradisi dari Hong Kong ke Australia, Jumat (10/10), atas dugaan kasus insider trading terbesar di Australia.

Otoritas Australia telah memburu Xiao Hui, yang juga dikenal sebagai Steven Xiao, sejak akhir 2011, setelah dia kabur dari negara itu dalam kondisi bebas dalam jaminan dan kemudian ditetapkan sebagai buron.

Di Australia, Xiao Hui mana akan menghadapi lebih dari 100 tuntutan praktik ilegal perdagangan saham.

"Xiao Hui, atau Steven Xiao dan Jiayi Xiao, mantan managing director Hanlong Mining Investment, diesktradisi ke Australia semalam," kata Komisi Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC) pada AFP.

Dia dijadwalkan hadir dalam persidangan di Sydney pada Jumat waktu setempat dan menghadapi lebih dari 100 tuntutan kasus insider trading.

Insider Trading adalah praktik ilegal dengan memanfaatkan informasi rahasia dari orang dalam perusahaan untuk menguntungkan dirinya dalam perdagangan saham.

ASIC memiliki surat perintah pengadilan menahan Xiao dan karyawan Hanlong lainnya pada 2011 atas dugaan insider trading terkait dengan investasi yang direncanakan perusahaan Australia, Sundance Resources dan Bannerman Resources.

Salah satu eksekutif di Hanlong, mantan wakil presiden Hanlong Bo Shi Zhu alias Calvin Zhu, telah divonis lebih dari dua tahun penjara pada 2013.

Zhu mengakui telah mendulang uang hingga mencapai US$ 1,13 juta atau Rp 13,7 miliar dalam perdagangan saham saat bekerja untuk tiga perusahaan yang berbeda, termasuk Hanlong, setelah mendapatkan informasi dari orang dalam mengenai rencana pengambilalihan saham.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon