Garuda Muda Dipukul Uzbekistan 1-3

Jumat, 10 Oktober 2014 | 18:05 WIB
SA
B
Penulis: Shesar Andriawan | Editor: B1
Pesepakbola timnas U-19 Indonesia Evan Dimas (tengah) diapit pesepakbola timnas U-19 Uzbekistan Hambrobekov Odiljon (kiri) dan Sokhibov Javokhir (kanan) saat pertandingan Grup B turnamen Piala Asia U-19 di Stadion Thuwunna Youth Training Center Yangon, Myanmar, Jumat (10/10). Indonesia dikalahkan Uzbekistan dengan skor 1-3.
Pesepakbola timnas U-19 Indonesia Evan Dimas (tengah) diapit pesepakbola timnas U-19 Uzbekistan Hambrobekov Odiljon (kiri) dan Sokhibov Javokhir (kanan) saat pertandingan Grup B turnamen Piala Asia U-19 di Stadion Thuwunna Youth Training Center Yangon, Myanmar, Jumat (10/10). Indonesia dikalahkan Uzbekistan dengan skor 1-3. (Antara/Andika Wahyu)

Yangon - Langkah Timnas Indonesia di Piala Asia U-19 2014 semakin berat. Pada pertandingan pertama Grup B yang berlangsung di Stadion Thuwanna YTC, Yangon, Myanmar, Jumat (10/10), Evan Dimas dkk harus mengakui ketangguhan Uzbekistan 1-3 (0-2).

Sejak awal babak pertama, Garuda Muda mendapat tekanan. Pada menit 19, lewat skema serangan dari sayap kiri, Uzbekistan berhasil mengirim bola ke kotak penalti Indonesia. Bola lolos ke kaki Khamdamov Dostonbek dan Rully Desrian gagal menutupnya. Bobollah gawang Indonesia. 1-0 untuk Uzbekistan.

Belum juga bangun dari kepanikan, Uzbekistan kembali menghentak. Kali ini Fatchu Rochman melakukan kesalahan dengan melanggar lawan di kotak penalti. Penalti yang tak terbantahkan dan sepakan Urinboev Zabikhillo tak bisa dibendung Rully. Dalam 25 menit pertama, Uzbekistan unggul 2-0.

Indonesia beberapa kali menusuk lewat sisi sayap melalui Ilham Udin dan Maldini Pali. Sayangnya dukungan lini kedua telat sehingga kedua pemain itu minim opsi mengumpan. Hal ini tetap terulang beberapa kali sehingga serangan kerap mudah digagalkan. Satu pemain Indonesia harus menghadapi tekanan dua hingga tiga pemain lawan, tanpa dukungan kawan.

Uzbekistan menurunkan agresivitas mereka setelah dua gol cepat itu, membiarkan Indonesia memegang kendali. Beberapa kali gawang mereka terancam, salah satunya lewat tembakan Dinan Yahdian Javier pada menit 44. Tapi tembakan itu sama sekali tidak membahayakan.

Di babak kedua pelatih Indra Sjafri memasukkan Paulo Sitanggang menggantikan Zulfiandi. Efeknya instan. Di menit ke-57, sepakan jarak jauh Paulo mengagetkan kiper lawan dan gol! Timnas memperkecil ketinggalan menjadi 1-2. Laga menjadi hidup.

Gol kedua nyaris datang dua menit berselang. Septian David mengirim umpan silang dari sayap kanan, maksudnya ke Evan Dimas yang datang dari lini kedua, tapi ada miskomunikasi. Dinan ikut memburu bola, sehingga Evan tak bisa nyaman mengontrol bola.

Serigala Putih tampak tidak seenergik seperti pada babak pertama, sayangnya Garuda Muda tidak memanfaatkannya dengan bermain cepat. Hargianto dkk. masih kerap memainkan bola dari kaki ke kaki, alih-alih serangan cepat yang menyengat.

Indonesia sesekali bisa membahayakan gawang lawan lewat serangan dari sayap dengan mengandalkan kecepatan. Pada menit 81 Ilham melewati penjaganya, memberikan umpan ke Evan yang alih-alih melepaskan tembakan first time malah mengontrol bolanya lebih dulu. Alhasil bek Uzbekistan bisa memberi tekanan.

Uzbekistan malah bisa kembali menjauh. Shukurov Otabek tak terkawal di lini tengah. Tak ada Paulo maupun Hargianto di sana. Dengan mudah ia melepaskan tembakan jarak jauh yang mulus masuk ke gawang Rully. Menit ke-86, Uzbekistan unggul 3-1.

Sampai peluit panjang disemprit, Indonesia gagal mencetak gol tambahan untuk mengamankan setidaknya satu poin. Dua hari mendatang Garuda Muda harus memenangi pertandingan kedua menghadapi Australia jika ingin membuka peluang maju ke babak 16 besar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon