Jokowi-JK Diminta Aktif Bangun Komunikasi dengan Pimpinan Parpol Pengusung

Senin, 13 Oktober 2014 | 18:07 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Presiden dan wakil presiden Indonesia terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla menyanyikan lagu nasional setelah KPU mengumumkan pemenang pemilihan presiden dan wakil presiden 2014.
Presiden dan wakil presiden Indonesia terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla menyanyikan lagu nasional setelah KPU mengumumkan pemenang pemilihan presiden dan wakil presiden 2014. (AFP Photo / Adek Berry)

Jakarta - Duet Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) diharapkan lebih berperan aktif bersama pimpinan partai politik (parpol) koalisi pendukungnya membangun strategi komunikasi dan mencari solusi strategis dengan elemen bangsa lain dalam upaya memecah "kebuntuan politik" saat ini.

Hal itu akan berguna agar tujuan utama dari kemenangan Jokowi-JK mewujudkan visi-misi Bung Karno Trisakti dapat terwujud dalam program-program Nawacita dalam pemerintahannya ke depan.

"Kenegarawan Bu Mega ikhlas mendukung pencapresan Jokowi karena ingin Trisakti yang dicetuskan Bung Karno terwujud. Saat ini Jokowi-JK sudah menang, tinggal bagaimana mengkomunikasikan pada semua elemen agar visi-misi Trisakti dapat didorong bersama. Negeri ini memerlukan peran serta dan kerjasama semua elemen bangsa jika ingin mewujudkan Trisakti," ujar Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti, Fahmi Habsyi, di Jakarta, Senin (13/10).

"Ini Trisakti kan legacy dari Bung Karno untuk bangsa, tidak sekedar untuk partai-partai koalisi pendukung Jokowi-JK saja, tapi juga diwariskan untuk partai-partai koalisi pendukung Prabowo dan semua stakeholder," kata Fahmi.

Fahmi menyatakan, tugas pokok anak bangsa dan penerusnya adalah memastikan Trisakti ini terwujud dengan kuncinya pun sudah diajarkan Bung Karno, yaitu bergotong-royong.

"Sebagaimana kegiatan gotong-royong di kampung-kampung membangun tempat ibadah atau lapangan bulu tangkis, memang memerlukan pengorbanan lahir maupun batin dari semua pihak. Apalagi membangun negara. Tapi kan pada akhirnya hasil gotong-royong bisa digunakan untuk kemaslahatan bersama, diwariskan generasi berikutnya," pungkas aktivis 98 itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon