Dubes Prancis Minta Masukan NU soal Radikalisme

Senin, 13 Oktober 2014 | 21:59 WIB
B
IC
Penulis: BeritaSatu | Editor: CAH
Ketua Umum PBNU Said Aqil
Ketua Umum PBNU Said Aqil (Istimewa)

Jakarta - Duta Besar Perancis untuk Indonesia Corrine Breuze melakukan kunjungan kerja ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam kunjungan tersebut, Corrine juga meminta masukan mengenai cara mengatasi radikalisme dan terorisme, khususnya terkait kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Corrine Breuze didampingi Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Perancis Jean-Louis Bertrand datang ke PBNU, Jakarta, Senin (13/10), diterima oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj didampingi Sekretaris Jenderal PBNU Marsudi Syuhud, Ketua PBNU Iqbal Sullam, dan pengurus PBNU lainnya.

Breuze menanyakan metode yang digunakan NU dalam mengatasi terorisme dan radikalisme, apakah pendekatan langsung ke terpidana terorisme atau melalui pendidikan yang bersifat pencegahan.

Menjawab pertanyaan itu, Said Aqil mengatakan bahwa sebagai organisasi kemasyarakatan, NU hanya memiliki kewenangan dan kemampuan dalam mengatasi radikalisme.

"Tapi ketika sudah menjadi (aksi) terorisme, itu tugas aparat, baik itu polisi, TNI, atau lembaga resmi pemerintah lainnya. Jadi deradikalisasi itu tugas organisasi kemasyarakatan seperti NU, tapi penanganan terorisme itu ranah pemerintah," katanya.

Menurut Said Aqil, peran NU dalam mengatasi radikalisme lebih ditekankan pada upaya pencegahan, yakni dengan memberikan pemahamanan agama yang benar.

"Kami memiliki pesantren, madrasah, dan masjid yang selalu mengajarkan Islam yang sebenarnya, Islam tasamuh (toleran), tawasuth (moderat), dan tawazun (berimbang). Pengurus-pengurus NU dan ulama-ulama di setiap kesempatan juga menyuarakan bahaya radikalisme," jelasSaid Aqil.

Sementara itu Jean-Louis Bertrand menanyakan ancaman ISIS, khususnya di Indonesia. Menurut dia, Perancis sudah merasakan langsung keganasan ISIS, seorang warganya menjadi korban.

"Kalau di Indonesia Insya Allah aman," kata Said Aqil.

Dalam kesempatan itu Sekretaris Jenderal PBNU Marsudi Syuhud menjelaskan bahwa PBNU juga menampung beberapa mahasiswa dari Afghanistan dan Patani, Thailand, untuk belajar tentang Islam yang sebenarnya.

"Mereka menerima beasiswa penuh dari PBNU, dan kami membutuhkan dukungan untuk ini," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon