Kabinet Jokowi Harus Bersih dari Beban Masa Lalu

Rabu, 15 Oktober 2014 | 10:44 WIB
ST
B
Penulis: Stefi Thenu | Editor: B1
Presiden RI Terpilih Joko Widodo bersama Wakil Presiden RI terpilih, Jusuf Kalla melakukan pertemuan dengan Pimpinan MPR RI di rumah dinas di Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Senin (13/10)
Presiden RI Terpilih Joko Widodo bersama Wakil Presiden RI terpilih, Jusuf Kalla melakukan pertemuan dengan Pimpinan MPR RI di rumah dinas di Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Senin (13/10) (Suara Pembaruan/Markus Junianto Sihaloho)

Semarang - Para menteri yang masuk dalam kabinet Jokowi harus bebas atau bersih dari beban politik atau korupsi masa lalu.

"Figur yang dipilih sebaiknya bebas dari 'bagasi-ekstra' atau masalah masa lalu," tegas Theofransus Litaay, pengamat hukum dan politik UKSW Salatiga, Rabu (15/10).

Menurut Theo, salah satu hal yang positif dari penyusunan kabinet Presiden Joko Widodo adalah komitmen untuk melakukan perbaikan sistem pemerintahan yang lebih baik.

Sejauh ini publik meyakini bahwa proses kerja tim transisi Presiden Joko Widodo telah melakukan identifikasi masalah dan perumusan solusi yang dibutuhkan dalam rangka realisasi Nawa Cita Jokowi-JK.

Langkah selanjutnya adalah seleksi figur yang tepat sebagai menteri untuk menjalankan kebijakan-kebijakan tersebut. Oleh sebab itu diperlukan figur yang tepat.

Ditegaskan, Indonesia memiliki banyak orang dengan kapasitas, kompetensi, profesionalitas, dan integritas yang tinggi sehingga tersedia banyak pilihan bagi Presiden Jokowi.

"Saya yakin Presiden Jokowi tidak terbatas pilihannya. Publik yakin bahwa Presiden Jokowi akan mengedepankan pembangunan sistem dan tidak tertarik dengan nama besar tokoh," tegasnya.

Tokoh yang memiliki bagasi ekstra sebaiknya juga legowo untuk tidak memperjuangkan peluangnya masuk dalam kabinet Presiden Jokowi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon