Tekan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa, Kemitraan Implementasikan “Cleaning”
Rabu, 15 Oktober 2014 | 12:50 WIB
Jakarta - Kemitraan bekerja sama dengan partner nasional selalu merespons kasus-kasus korupsi dalam pengadaan barang dan jasa. Respons tersebut diwujudkan melalui pendekatan perbaikan regulasi dan penguatan kapasitas stakeholders pengadaan barang dan jasa. Pendekatan tersebut diimplementasikan ke dalam satuan program yang disingkat "Cleaning", yakni collaborative leveraging accountability nexus integrity for new found governance, yang didukung oleh Siemens Integrity Initiative (SII).
Program Cleaning, antara lain dilatarbelakangi laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan yang menyebutkan pemborosan terbesar terjadi dalam pengadaan barang/jasa. Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I tahun 2011 ditemukan ada ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidakefektifan dalam 7.967 kasus senilai Rp 18,96 triliun. Sedangkan pada IHPS II tahun 2012, terjadi pada 1.056 kasus senilai Rp 6,99 triliun.
Sedangkan laporan KPK menunjukkan sekitar 80 persen kasus yang dilaporkan ke lembaga tersebut terkait pengadaan.
Oleh karena itu, Kemitraan berpandangan pengadaan barang dan jasa tidak bisa lagi didudukkan hanya sebagai persoalan administratif. Harus ada mekanisme perundangan lainnya yang bisa memperkuat pengawasan dan pemberian sanksi terhadap pelanggaran-pelanggaran yang tejadi di dalam proses pengadaan barang dan jasa. Undang-undang menjadi satu pilihan penting untuk memperkuat kerangka hukum yang mengatur hal itu dan pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan level pengaturan pengadaan dari sebuah peraturan presiden ke undang-undang.
Program Cleaning yang telah dilaksanakan selama tiga tahun terakhir telah menghasilkan sejumlah kajian, policy paper, modul pelatihan, web, dan sejumlah penerima manfaat. Kegiatan-kegiatan dalam program tersebut bertujuan meningkatkan integritas dan sikap antikorupsi kepada pelaku pengadaan publik, yaitu pemerintah dan pengusaha, serta meningkatkan kesadaran masyarakat sipil untuk mengambil peran pemantauan.
Di akhir tahun kegiatannya, Cleaning akan menyebarluaskan capaian dan dampak yang telah dicapai kepada khalayak melalui talk show di televisi yang interaktif dengan menampilkan partner nasional yang memiliki pengaruh kuat terhadap pemenuhan integritas bagi proses pengadaan barang dan jasa. Salah satunya adalah talk show yang menghadirkan narasumber Senior Advisor Justice and Legal Environmental Governance – Kemitraan, Laode Muhamad Syarif dan Teten Masduki dari Tim Transisi dan aktivis antikorupsi yang ditayangkan secara live oleh BeritaSatu TV pada Selasa, 14 Oktober 2014 pukul 12.00 WIB sampai 12.30 WIB.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




