SBY Dapat "Standing Applause" di Sidang Kabinet Terakhir

Kamis, 16 Oktober 2014 | 20:49 WIB
ES
FH
Penulis: Ezra Sihite | Editor: FER
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) didampingi Wapres Boediono memimpin sidang kabinet paripurna di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (11/7).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) didampingi Wapres Boediono memimpin sidang kabinet paripurna di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (11/7). (Antara Photo/Prasetyo Utomo)

Jakarta - Sidang Kabinet paripurna terakhir ini lebih bernuansa reflektif. Hal itu yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada para pembantunya hari ini. SBY juga sempat mengulang hal-hal yang disampaikannya di acara silaturahim nasional pemimpin daerah.

"Oleh karena itu kita tidak membahas sesuatu yang substansial, tapi saya ingin forum ini kita jadikan forum untuk refleksi meskipun secara singkat," kata Presiden SBY saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna, di Gedung Utama Sekretariat Negara (Setneg), Jakarta, Kamis (16/10).

Refleksi tersebut, kata Presiden SBY, perlu dilakukan dalam beberapa hal. Pertama, pembangunan yang dilakukan harus dengan proses dan tidak instan. Kedua, Indonesia masih harus melanjutkan transformasi khususnya dalam hal demokrasi dan ekonomi. Ketiga, perlunya evaluasi sebab program kerja tak melulu soal keberhasilan namun juga target yang tidak tercapai. Keempat, perlunya kesadaran dan kordinasi dengan adanya pembagian kekuasaan di pemerintahan. Kelima, cita-cita bahwa Indonesia akan berpengaruh dan dikenal dunia.

"Dan mudah-mudahan berlanjut ke presiden selanjutnya dari satu presiden ke presiden terjadi transisi yang baik, mulia, dan saling menghormati. Baik untuk pendidikan bangsa," kata dia lagi.

Dalam sidang kabinet paripurna yang diperluas tersebut, SBY mendapatkan apresiasi berupa "standing applause" dari para menteri dan staf yang hadir.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon