Nikmatnya Nasi Goreng di "Markas Mafia"
Sabtu, 18 Oktober 2014 | 21:31 WIBJakarta - Dua koki di 'markas mafia' asyik meracik bumbu, menggoreng nasi, menaburkan bumbu, mengaduk, dan terakhir menaburkan topping. Dalam sekejap, Nasi Goreng Gangster pun siap diantarkan ke tamu. Rasanya? Hemmm, benar-benar 'sadis', kuat di rempah dengan tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan dengan selera.
Bersantap di Restoran Nasi Goreng Mafia memang berbeda. Kalau Anda penggemar berat nasi goreng, tempat inilah surganya nasi goreng. Semua menu khusus nasi goreng ada. Salah besar, kalau ada yang mencari menu lain di restoran ini. Karena itu, tak salah, kalau tempat tersebut disebut markasnya nasi goreng karena tak tanggung-tanggung mampu menyuguhkan tujuh menu varian nasi goreng.
Sesuai nama restorannya, menu nasi goreng di sini diberi nama unik khas mafia. Ada Nasi Goreng (Nasgor) Gangster, Nasgor Brandal, Nasgor Preman, Nasgor Yakuza, Nasgor Godfather, Nasgor Triad, dan Nasgor Bandit.
Investor Daily pertama kali berkesempatan mencicipi Nasgor Gangster. Rasanya memang mantap. Kuat di rempah. Tak heran, itu menjadi primadona. Nasgor ini terdiri atas 18 bumbu rahasia yang memberikan efek hangat di tenggorokan.
"Ini cocok untuk pecinta goreng pedas dan berbumbu," kata Gabriel, salah satu pemilik Restoran Nasi Goreng Mafia saat pembukaan cabang ke-17 di Jalan Muwardi, Grogol, Jakarta Barat, pekan lalu.
Tak cuma mengeksplorasi ragam rempah, nasgor di 'markas mafia' itu juga mengolah tauco khas Medan dan daun kemangi segar untuk diracik ke dalam Nasgor Brandal. Rasanya gurih dan harum kemangi.
Kencur pun menjadi salah satu bumbu rahasia yang membuat lidah Anda ketagihan menyantap Nasgor Preman. Nasgor berwarna hijau ini juga menggunakan kangkung yang dicincang halus. Cocok untuk pecinta nasgor semerbak rempah.
Selanjutnya, ada Yakuza. Nasgor ini memberikan sensasi berbeda berkat racikan rempah serta taburan topping kikil sapinya yang gurih dan menggoda. Dijamin, nafsu makan Anda berlipat begitu suapan pertama.
Kalau Anda penyuka selera manis, Nasgor Godfather pasti cocok dicoba. Nasgor ini disjikan dengan kecap manis dari kedelai berkualitas dengan aksen segar bawang merah sebagai pelengkap sempurna.
Nasgor Triad didominasi oleh rasa gurih dan pedas yang menggugah selera karena diracik dengan rempah pilihan beserta ebi dan cabe merah segar dengan aksen gurih pedas. Sedangkan menu terbaru Nasgor Bandit diracik dari kunyit sebagai bumbu rempah utama.
"Untuk kawasan Jakarta, favoritnya adalah Gangster, Godfather, dan Brandal," jelas Gabriel.
Mengapa nasi goreng jadi menu utama? Stella, mitra Gabriel, menjelaskan, orang Indonesia paling suka makan nasi goreng. "Nasi goreng adalah salah satu dari empat menu utama kuliner Indonesia dan di dunia. Nasi goreng adalah makanan paling terkenal nomor dua setelah rendang. Itu pertimbangan kami membuka restoran khusus nasi goreng," kata Stella.
Sebelum membuka Restoran Nasi Goreng Mafia di Muwardi, Grogol, Jakarta Barat, Gabriel, Stella, dan Kharisma Akbar telah membukanya di Bandung, Cimahi, Yogyakarta, Depok, dan Pekanbaru.
Di Jakarta, Nasgor Mafia telah lebih dulu dibuka di Tebet, Jakarta Selatan. Uniknya, cara promosi restoran ini dengan memberikan 2.000 piring nasgor gratis selama dua hari sejak pembukaannya.
"Di Grogol, pasar kami adalah mahasiswa, sedangkan di Tebet adalah karyawan kantor," tambah Kharisma, yang menyebutkan restoran ini buka mulai pukul 11 pagi hingga pukul 11 malam.
Meski membidik pasar yang berbeda, sesuai masing-masing lokasi, interior restoran tetap didesain sama. Ruangan dibuat cerah dengan dominasi warna merah dan gambar-gambar besar yang menampilkan ikon-ikon mafia.
Sementara itu, bangku-bangku dan meja dibuat panjang dan minimalis, seperti warung makan. "Kami ingin orang yang makan di sini merasakan suasana yang akrab dan santai," lanjut Kharisma.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




