Kuartal III, Laba BRI Naik 19 Persen Menjadi Rp 18,12 Triliun

Rabu, 22 Oktober 2014 | 18:30 WIB
YW
B
Penulis: Yosi Winosa | Editor: B1
Dirut BRI Sofyan Basir memegang piala ARA 2013
Dirut BRI Sofyan Basir memegang piala ARA 2013 (Emral Firdiansyah/Emral Firdiansyah)

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 18,12 triliun pada kuartal-III 2014, atau naik 19 persen dari Rp 15,23 triliun setahun yang lalu.

Peningkatan laba ditopang kenaikan penyaluran kredit. Penyaluran kredit mencapai Rp 464,19 triliun atau naik 12,32 persen dari Rp 413,27 triliun setahun yang lalu. Segmen mikro masih mendominasi dengan pertumbuhan 15,8 persen year on year (yoy) menjadi Rp 148,43 triliun dari Rp 128,23 triliun setahun yang lalu. Jumlah nasabah mikro naik menjadi 7,1 juta dari 6,2 juta nasabah setahun yang lalu.

"Untuk menggenjot laba, perusahaan akan mengoptimalkan kinerja e-channel dan e banking, serta meningkatkan cross selling dan. Integrated marketing. Alhamdulillah kita masih menjadi market leader di bisnis mikro," kata Direktur Utama PT BRI Sofyan Basir dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (22/10).

Pertumbuhan kredit juga diimbangi posisi neraca yang solid. Rasio kredit terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat 85,29 persen. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat 1,89 persen dibanding rata-rata industri perbankan sebesar 2,31 persen.

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 19,7 persen yoy menjadi Rp 544,27 triliun dengan rekening tabungan mencapai Rp 46,52 juta dari Rp 36,52 juta setahun yang lalu atau tumbuh 13,5 persen dibanding rata-rata industri perbankan sebesar 8,6 persen.

Sementara fee based income naik 23,8 persen yoy, dengan pertumbuhan tertinggi pada transaksi e-banking yang tumbuh 51,3 persen yoy.

Jumlah transaksi ATM BRI naik 30,5 persen menjadi 1,074 miliar dari 823,2 juta setahun yang lalu. Transaksi mobile banking meningkat 67 persen menjadi 96,4 juta dari 57,7 juta transaksi setahun lalu. Internet banking naik menjadi 3p 39,2 juta dari 16,1 juta triliun atau naik 143 persen.

Volume transaksi ATM naik 55,3 persen menjadi Rp 693 triliun dari 446,2 triliun setahun yang lalu. Volume transaksi mobile banking naik 195,1 persen menjadi Rp 42,8 triliun dari Rp 14,5 triliun. Volume transaksi Internet banking naik 219,8 persen menjadi Rp 53,7 triliun dari Rp 16,8 triliun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon