4 Desainer Unjuk Karya Terinspirasi Desain FTE SK-II Edisi Terbatas

Kamis, 23 Oktober 2014 | 20:52 WIB
NF
B
Penulis: Nadia Felicia | Editor: B1
Rancangan karya desainer Indonesia, Andreas Odang, terinspirasi bunga freesia kuning, yang juga merupakan salah satu inspirasi desain botol Facial Treatment Essence SK-II edisi khusus, dipamerkan di Jakarta, Kamis (23/10).
Rancangan karya desainer Indonesia, Andreas Odang, terinspirasi bunga freesia kuning, yang juga merupakan salah satu inspirasi desain botol Facial Treatment Essence SK-II edisi khusus, dipamerkan di Jakarta, Kamis (23/10). (Beritasatu.com/Nadia Felicia)

Jakarta - Setiap menjelang akhir tahun, merek produk perawatan kecantikan asal Jepang, SK-II, selalu menghadirkan rancangan botol produk Facial Treatment Essence (FTE) berdesain khusus. Tak terkecuali tahun ini, SK-II kembali melansir botol FTE edisi khusus. Mengenalkan desain khusus tersebut, SK-II menggandeng empat desainer muda Indonesia untuk menggelar pagelaran busana khusus.

"Sejak beberapa tahun terakhir, sudah menjadi tradisi untuk SK-II mengeluarkan FTE dengan desain botol khusus kemasan terbatas. Tahun lalu, SK-II mengeluarkan botol dengan desain terinspirasi dari kristal Swarovski. Waktu itu desainnya hanya satu jenis. Kali ini kami memperkenalkan empat desain botol yang diciptakan untuk karakter lelaki dan perempuan," jelas Brand Communication Manager P&G Indonesia Febrina Herlambang, di Jakarta, Kamis (23/10).

Keempat desain botol terbatas ini didesain eksklusif oleh seorang seniman asal Taiwan, Po-Chih Huang. Ia menciptakan semacam impresi warna yang terinspirasi warna empat bunga, yakni bunga tulip merah, freesia kuning, hortensia ungu, dan cypress hijau.

Masing-masing warna ini kemudian ditawarkan kepada empat desainer asal Indonesia, yakni, Mel Ahyar, Andreas Odang, Hsien Tjen, dan Billy Tjong untuk menjadi inspirasi mereka dalam menciptakan enam buah koleksi busana. "Setiap koleksi ini diciptakan para desainer khusus untuk SK-II. Koleksi ini didukung dan terinspirasi oleh SK-II," jelas Febrina.

Mengenai koleksinya, desainer Hian Tjen sempat berbagi pandangannya, "Ini pengalaman pertama untuk saya. Persiapannya sangat menarik. Kolaborasi ini memberi sesuatu yang baru, ketika produk kecantikan dan fashion menjadi satu, dengan misi mempercantik perempuan."

Hian mendapat tema tulip merah. Menjelaskan rancangannya, Hian mengungkap, koleksinya dibuat feminin. "Detail bunga, sedikit transparan, dan karakternya elegan. Semuanya berupa long dress. Untuk acara-acara formal," jelas Hian.

Desainer Billy Tjong mendapat tema bunga hortensia warna ungu. "Sebelumnya, saya tidak terlalu suka dengan warna ungu, karena kerap diidentikkan dengan hal-hal tertentu. Namun, kemudian menjadi tantangan. Saya lihat, warna ungu di botol FTE ini bisa jadi bagus. Maka, saya mencoba mengambil inspirasi dari sana. Ada ungu kebiruan, juga ada ungu kemerahan, demikian di koleksi ini," kata Billy.

Di salah satu desainnya, Billy menunjukkan ciri khasnya, yakni motif cetak, yang dilukis, kemudian diduplikasi, kemudian dicetak pada kain, lalu dibuat gaun. Meski hanya menunjukkan enam rancangan, koleksi Billy cukup beragam, ada berupa dress ballgown, ada cocktail dress pas badan, juga ada busana yang terbuat dari kumpulan kain yang disusun, menyerupai kumpulan bunga kecil hortensia.

Andreas Odang memilih inspirasi dari bunga freesia kuning. "Karena bunga freesia itu unik dan warna kuning sangat menantang. Kuning, bila dikombinasikan dengan tepat, bisa jadi cantik. Sebaliknya, bila salah, bisa terlihat tidak menarik. Di botolnya, warna freesia kuning ada nuansa hijau, terlihat menarik dan bagus, itu pula yang saya buat," katanya.

Menurut Andreas, untuk menggunakan busana berwarna kuning, harus dipikirkan benar padu-padannya. Andreas ingin menciptakan kesan yang tegas sekaligus anggun. "Karena bunga freesia itu segar, anggun, dan feminin. Keenam gaun ini adalah rancangan terbaru, semuanya berupa cocktail dress. Koleksi yang ringan. Tidak ada payet dan menggunakan teknik konstruksi," jelas Andreas.

Sementara desainer muda Mel Ahyar, mendapat tugas merancang busana yang terinspirasi dari rangkaian SK-II Men dengan warna botol hitam dengan sulur-sulur kehijauan. "Senang sekali bisa mendapat warna hitam, terinspirasi green cypress yang bijaksana. Tak banyak tantangannya. Karena tantangan muncul bila berat, ini tidak, karena ini (mendesain busana) adalah hal yang saya lakukan setiap hari. Apalagi warna hitam, yang sangat saya sukai. Koleksinya adalah women's wear tetapi dapat aura dari SK-II Men yang bold and strong. Casual and daily. Siap pakai. Ini adalah koleksi dari hati," ungkapnya.

Menurut Mel, koleksinya bisa dipakai oleh siapa pun, ia menggunakan bahan berwarna hitam yang tembus pandang, dengan detail bordir tumbuhan di bagian depan busana. Potongan busananya loose fit. Terdiri dari blus, gaun longgar, celana, dan sebagainya. "Koleksi ini senada dengan koleksi tema besar saya, yakni Spain, yang mendapat tema gothic, kuat, dan warna hitam," jelas Mel.

Ditambahkan Febri, FTE edisi khusus yang terdiri dari empat jenis warna itu akan dikemas dalam bentuk paket, tidak bisa terbeli terpisah. Koleksi ini sengaja dibuat dalam paket untuk bisa dijadikan inspirasi memberi hadiah kepada orang lain ataupun untuk diri sendiri. Mengenai keputusan SK-II menggaet empat perancang untuk memperkenalkan FTE edisi khususnya, Febri mengatakan, sebab pihaknya sedang memperluas pasar untuk menargetkan kaum muda serta lelaki.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon