Jokowi Diminta Tidak Salah Pilih Menteri Maritim

Kamis, 23 Oktober 2014 | 23:56 WIB
YS
FH
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: FER
Sejumlah kapal Republik Indonesia (KRI) kelas Van Speijk dan Multi Role Light Fregate (MRLF) melakukan manuvera taktis di perairan Karimunjawa, Jawa Tengah, Minggu (28/9). Latihan tersebut bagian dari penyambutan KRI John Lie (JOL)-358 dan KRI Usman Harun (USH)-359 buatan BAE System Maritime Naval Ship Inggris yang selanjutnya akan bergabung dengan KRI Bung Tomo (TOM)-357 di jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Komando Armada RI wilayah Timur (Koarmatim) TNI AL. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/Koz/pd/14.
Sejumlah kapal Republik Indonesia (KRI) kelas Van Speijk dan Multi Role Light Fregate (MRLF) melakukan manuvera taktis di perairan Karimunjawa, Jawa Tengah, Minggu (28/9). Latihan tersebut bagian dari penyambutan KRI John Lie (JOL)-358 dan KRI Usman Harun (USH)-359 buatan BAE System Maritime Naval Ship Inggris yang selanjutnya akan bergabung dengan KRI Bung Tomo (TOM)-357 di jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Komando Armada RI wilayah Timur (Koarmatim) TNI AL. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/Koz/pd/14. (Antara/M Risyal Hidayat)

Jakarta - Pengamat intelejen, Susaningtyas Handayani Nefo Kertopati mengingatkan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-JK untuk tidak salah memilih calon menterinya di kabinet. Salah satunya, yakni calon yang akan ditempatkan sebagai calon menteri maritim.

"Orang yang layak menjadi menteri maritim, bukan orang yang hanya belajar maritim, tapi juga harus mengerti bagaimana membangun penguatan TNI AL. Orang tersebut, seyogianya, yang memahami Sea Power dan hal terkait di dalamnya," kata Nuning, Kamis (23/10).

Dalam penguatan posisi maritim, dikatakan, batas wilayah perlu dijaga juga dengan penguatan legislasi dan perundang-undangan domestik serta internasional.

"Nah ini hanya bisa dinakhodai oleh orang yang punya pengalaman membesarkan TNI AL," ujar politikus Hanura itu.

Orang yang dimaksud, kata Nuning , juga harus memiliki edukasi di bidang budaya masyarakat perbatasan serta memiliki networking luas untuk mengembangkan kemaritiman Indonesia secara internasional.

"Kemaritiman ini bila dikelola dengan baik, maka berdampak positif juga untuk perekonomian negara," ucapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon