Ingin Ganti Warna, Desa Smurf Gelar Referendum
Senin, 19 Desember 2011 | 05:56 WIB
Harus siap menerima 80.000 wisatawan
Penduduk sebuah desa di Spanyol yang semua bangunannya dicat biru dan dipakai dalam pembuatan film Smurf, dipaksa untuk melakukan pemungutan suara, Minggu (18/122), untuk menentukan apakah rumah-rumah mereka tetap dibiarkan biru atau kembali ke warna aslinya, putih.
Juzcar, sebuah desa di pedalaman Malaga, enam bulan lalu sontak berubah biru ketika terpilih menjadi tempat pengambilan gambar dalam film The Smurf 3D dan menjadi Smurf Village pertama di dunia.
Sony, yang membuat film itu, sebelumnya telah berjanji akan mengembalikan desa itu ke warna aslinya, putih, yang memang tipikal di Spanyol.
Tetapi seiring kian terkenalnya film itu, desa itu pun semakin banyak dikunjungi wisatawan. Sekitar 250 penduduk lokal kini harus siap menerima 80.000 pengunjung yang tertarik dengan desa itu.
Beberapa penduduk memang senang dengan perubahan itu itu tetapi sebagian lagi ingin kembali ke wajah asli mereka.
David Fernandez Tirado, Walikota Juzcar, yang dijuluki 'Papa Smurf" mengatakan banyak keuntungan yang telah mereka raih setelah kota kecil mereka itu dicat biru.
Perubahan pada kota itu memang telah membuatnya unik di tengah kota-kota Spanyol di pesisir selatan yang terkenal dengan julukan "pueblo blanco".
"Ini telah mendorong perekonomian lokal, menambah kegembiraan kami, mimpi-mimpi kami, dan tingkat lapangan kerja kami. Terima kasih karena kami menjadi terkenal di seluruh dunia," kata sang Walikota.
Perubahan di desa itu memang sangat besar karena melibatkan puluhan tukang cat dan menghabiskan 1000 galon cat biru. Izin khusus juga didapat dari pemerintah lokal Andalusia serta gereja setempat. Gereja di kota itu memang dicat biru juga.
Adapun hasil referendum di kota kecil itu akan diumumkan Jumat (23/12) mendatang.
Smurf merupakan sebuah film yang diangkat dari komik dengan judul yang sama dan dikarang oleh Pierre Culliford asal Belgia pada 1958.
Penduduk sebuah desa di Spanyol yang semua bangunannya dicat biru dan dipakai dalam pembuatan film Smurf, dipaksa untuk melakukan pemungutan suara, Minggu (18/122), untuk menentukan apakah rumah-rumah mereka tetap dibiarkan biru atau kembali ke warna aslinya, putih.
Juzcar, sebuah desa di pedalaman Malaga, enam bulan lalu sontak berubah biru ketika terpilih menjadi tempat pengambilan gambar dalam film The Smurf 3D dan menjadi Smurf Village pertama di dunia.
Sony, yang membuat film itu, sebelumnya telah berjanji akan mengembalikan desa itu ke warna aslinya, putih, yang memang tipikal di Spanyol.
Tetapi seiring kian terkenalnya film itu, desa itu pun semakin banyak dikunjungi wisatawan. Sekitar 250 penduduk lokal kini harus siap menerima 80.000 pengunjung yang tertarik dengan desa itu.
Beberapa penduduk memang senang dengan perubahan itu itu tetapi sebagian lagi ingin kembali ke wajah asli mereka.
David Fernandez Tirado, Walikota Juzcar, yang dijuluki 'Papa Smurf" mengatakan banyak keuntungan yang telah mereka raih setelah kota kecil mereka itu dicat biru.
Perubahan pada kota itu memang telah membuatnya unik di tengah kota-kota Spanyol di pesisir selatan yang terkenal dengan julukan "pueblo blanco".
"Ini telah mendorong perekonomian lokal, menambah kegembiraan kami, mimpi-mimpi kami, dan tingkat lapangan kerja kami. Terima kasih karena kami menjadi terkenal di seluruh dunia," kata sang Walikota.
Perubahan di desa itu memang sangat besar karena melibatkan puluhan tukang cat dan menghabiskan 1000 galon cat biru. Izin khusus juga didapat dari pemerintah lokal Andalusia serta gereja setempat. Gereja di kota itu memang dicat biru juga.
Adapun hasil referendum di kota kecil itu akan diumumkan Jumat (23/12) mendatang.
Smurf merupakan sebuah film yang diangkat dari komik dengan judul yang sama dan dikarang oleh Pierre Culliford asal Belgia pada 1958.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




