Andi Widjajanto: Porsi Menteri Perempuan Tidak Direncanakan

Senin, 27 Oktober 2014 | 14:53 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite | Editor: B1
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla foto bersama Menteri Kabinet Kerja usai pelantikan, Senin (27/10).
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla foto bersama Menteri Kabinet Kerja usai pelantikan, Senin (27/10). (BeritaSatu Photo/Gagarin)

Jakarta - Mantan Deputi Tim Transisi yang juga salah satu pendamping Presiden Joko Widodo dalam penyusunan kabinet, Andi Widjajanto mengatakan, porsi menteri perempuan di Kabinet Kerja tidak direncanakan. Begitupun jumlah menteri yang berlatar belakang direktur utama (dirut) badan usaha milik negara (BUMN).

"Begitu kabinet selesai disusun Sabtu lalu, kami terkejut ada delapan perempuan dan tiga dirut BUMN," demikian disampaikan Andi di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/10).

Padahal, yang diatur jumlahnya kata Andi hanya soal menteri dari partai politik (parpol) dan nonparpol. "Tetapi tidak dirancang berapa perempuan dan berapa dirut," kata dia lagi.

Kabinet Kerja tercatat sebagai kabinet yang paling banyak menteri perempuannya. Delapan menteri perempuan di kabinet pemerintahan Joko Widodo itu yakni Yohana Yembise, Puan Maharani, Retno Marsudi, Susi Pudjiastuti, Nila Moeloek, Siti Nurbaya, Khofifah Indar Parawansa, dan Rini Soemarno.

Sementara yang merupakan direktur utama BUMN antara lain Arif Yahya, Ignatius Jonan, dan Rudiantara. Selain itu adapula sejumlah nama yang berlatar belakang CEO korporasi ternama.

"Ini output yang tidak disengaja. Jadi memang dikonversikan ke sana," kata dia lagi.

Selain itu, perwakilan suku atau asal daerah kata dia juga tidak dirancang termasuk dipilihnya Yohana Yembise menjadi menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Para calon menteri dipilih berdasarkan jejak rekam profesional mereka.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon