Menguat, Laba Telkom Kuartal III Tembus Rp 11,44 Triliun
Selasa, 28 Oktober 2014 | 10:01 WIB
Jakarta – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) hingga kuartal III-2014 membukukan laba bersih sebesar Rp 11,44 triliun atau naik 3,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 11,05 triliun.
Naiknya pendapatan menjadi pemicu kenaikan laba perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) sektor telekomunikasi tersebut.
Dalam laporan keuangan kuartal III-2014 yang disampaikan Telkom, Senin (27/10), terungkap, pendapatan Telkom meningkat 7 persen menjadi Rp 65,84 triliun dari Rp 61,49 triliun.
Pendapatan jasa telepon berkontribusi paling besar senilai Rp 31,8 triliun. Kemudian diikuti oleh pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika sebesar Rp 26,91 triliun. "Selanjutnya pendapatan interkoneksi sebesar Rp 3,63 triliun, pendapatan jasa telekomunikasi lainnya Rp 2,64 triliun, dan pendapatan jaringan Rp 843 miliar," tulis laporan keuangan perseroan.
Di sisi lain, sejumlah beban perseroan meningkat. Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi naik dari Rp 14,11 triliun menjadi Rp 16,6 triliun. Beban penyusutan dan amortisasi naik dari Rp 11,07 triliun menjadi Rp 12,03 triliun.
Selain itu, beban karyawan dan interkoneksi masing-masing meningkat menjadi Rp 7,21 triliun dan Rp 3,68 triliun. Beban pemasaran pun ikut terangkat dari Rp 2,1 triliun menjadi Rp 2,31 triliun.
Hingga akhir 2014, direksi Telkom optimistis mampu meraih pendapatan sebesar Rp 91,25 triliun atau naik 10 persen dibandingkan tahun lalu Rp 82,96 triliun. Tahun depan, emiten saam dengan kode TLKM itu membidik pendapatan menembus Rp 100 triliun.
Meski Direktur Utama Telkom Arief Yahya diangkat menjadi Menteri Pariwisata dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK periode 2014-2019, Telkom tetap merealisasikan sejumlah aksi korporasi penting. Telkom melalui anak usahanya, PT Multimedia Nusantara (Metra), telah menandatangani perjanjian pemegang saham dengan Telstra Holding Singapore Pte Ltd. Perjanjian tersebut untuk mendirikan perusahaan patungan (joint venture/JV) bernama PT TeltraNet Aplikasi Solusi (Teltranet).
Metra memiliki 51 persen saham Teltranet, sisanya 49 persen dimiliki oleh Telstra. Teltranet merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa sistem telekomunikasi. Pada 17 Oktober 2014, berdasarkan perjanjian pemegang saham tersebut, Metra mengajukan izin tentang penanaman modal asing pada Teltranet kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Telstra Holding Singapore Pte Ltd merupakan anak usaha dari perusahaan telekomunikasi asal Australia, yakni Telstra Corporation Limited. Sedangkan Metra merupakan anak usaha Telkom yang menangani portofolio bisnis informasi, media, dan edutaiment.
Metra merupakan anak usaha yang didirikan sejak 1998 dan sepenuhnya dimiliki Telkom. Per September 2013, Metra memiliki aset sebelum eliminasi sebesar Rp 6,08 triliun.
Kerja sama strategis itu berpeluang mewujudkan rencana Telkom untuk membesarkan layanan video streaming, yaitu UseeTV. Sebab, Metra memiliki entitas anak bernama PT Metra TV yang mengelola layanan UseeTV. Layanan itu telah berhasil menghimpun 1,2 juta pelanggan aktif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




