Pemecahan Kemendiknas Diharapkan Tidak Timbulkan Masalah
Rabu, 29 Oktober 2014 | 08:38 WIB
Banjarmasin - Akademisi Universitas Palangka Raya Kalimantan Tengah Norsanie Darlan berharap pemecahan Kementerian Pendidikan Nasional menjadi dua pada Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) tidak menimbulkan masalah.
"Saya khawatir dengan adanya dua kementerian yang mengurusi pendidikan di negeri ini bisa menimbulkan kesulitan atau masalah," ujar dosen Universitas Palangka Raya (Unpar), di Banjarmasin, Rabu (29/10).
Pendapat akademisi dari perguruan tinggi negeri tertua di Bumi Isen Mulang (pantang mundur) Kalimantan Tengah (Kalteng) itu berkaitan dengan adanya pemecahan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).
Dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK, ada dua menteri yang hampir sama atau banyak bersinggungan satu sama lain dalam tugas dan fungsi, yaitu Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah serta Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi.
Menurut Guru Besar perguruan tinggi Kalteng itu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pedidikan Tinggi (Dikti) salah satunya bertugas memproduk profesor.
Dia juga menyampaikan selamat kepada 34 menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK yang telah dilantik.
Norsanie berharap agar pemerintahan Jokowi-JK dapat mengubah dan lebih memajukan provinsi terluas kedua di Indonesia tersebut.
"Harapan tidak terlalu banyak, kecuali bagaimana pemerintahan Jokowi-JK membuat Bumi Isen Mulang atau 'Bumi Tambung Bungai' lebih maju lagi, setara dengan provinsi lain yang sudah maju di Indonesia," kata Norsanie.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




