Bukit Asam Cetak Laba Bersih Rp 1,5 Triliun
Kamis, 30 Oktober 2014 | 13:58 WIB
Jakarta– Perusahaan tambang batu bara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) selama periode Januari – September 2014 mencetak laba bersih sebesar Rp 1,5 triliun atau tumbuh 25 persen dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 1,2 triliun.
Naiknya pendapatan menjadi pemicu kenaikan laba perusahaan pelat merah sektor batu bara tersebut.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Kamis (30/10), pendapatan hingga kuartal III – 2014 tercatat sebesar Rp 9,6 triliun atau naik 18,5 persen dibandingkan Rp 8,1 triliun pada kuartal III – 2013. Beban pokok penjualan meningkat 14 persen, dari Rp 5,7 triliun menjadi Rp 6,5 triliun.
"Total aset meningkat 20,6 persen menjadi Rp 14 triliun, dari periode sebelumnya Rp 11,6 triliun," tulis laporam tersebut.
Baru-baru ini, Bukit Asam melalui PT Bukit Multi Investama mengakuisisi 100 persen saham perusahaan sawit bernama PT Bumi Sawindo Permai senilai Rp 861,3 miliar. Bumi Sawindo mengelola perkebunan kelapa sawit seluas 8.346 hektar (ha) di wilayah Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Perusahaan juga memiliki Hak Guna Bangunan seluas 34,6 ha yang dilengkapi oleh pabrik pengolahan sawit berkapasitas 45 ton tandan buah segar (TBS) per jam.
Selain itu, Bumi Sawindo juga mengoperasikan pembangkit listrik berbahan bakar limbah kelapa sawit. Kapasitas pembangkit listrik sebesar 5 megawatt (MW) digunakan untuk menunjang kebutuhan operasional pabrik.
Dalam lahan yang diakuisisi terdapat cadangan batubara sebesar 580 juta ton, yang dapat menambah total cadangan yang dimiliki perseroan sebesar 1,99 miliar ton. Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Joko Pramono pernah mengatakan, pihaknya akan menjalankan usaha perkebunan dan pertambangan di lokasi tersebut secara bersamaan.
"Selama ini, kedua jenis usaha tersebut belum pernah berjalan berdampingan. Perseroan berkomitmen akan melakukan sinergi keduanya untuk pengembangan usaha Grup secara keseluruhan," kata Joko, beberapa waktu lalu.
Sesuai rencana, cadangan yang dimiliki lahan Bumi Sawindo akan digunakan untuk pasokan batubara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang dan proyek-proyek perseroan lainnya. Saat ini, PLTU mulut tambang masih dalam tahap persiapan pembangunan.
Bukit Asam juga membidik pasokan batu bara untuk PLTU Banko Tengah 2 x 620 megawatt (MW) yang akan dibangun PT Huadian Bukit Asam Power, anak usaha perseroan. PLTU ini dijadwalkan akan beroperasi pada 2017 – 2018.
PLTU Banko Tengah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Sumatera dan Jawa. Pembangkit listrik tersebut akan menyerap sekitar 5,4 juta ton batu bara per tahun atau sekitar 150 juta ton untuk kontrak pasokan selama 25 tahun. Kontrak pasokan dengan PLTU Banko Tengah merupakan bagian dari total kontrak 574 juta ton pasokan jangka panjang Bukit Asam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




