Kuartal III, Pendapatan Lippo Karawaci Rp 6 Triliun
Minggu, 2 November 2014 | 17:21 WIBJakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) hingga kuartal-III 2014 mencatatkan laba bersih Rp 1 triliun.
Pencapaian laba seiring perolehan pendapatan perusahaan yang mencapai Rp 6 triliun dari target akhir tahun sebesar Rp 11,5 triliun. Pendapatan recurring LPKR menjadi kontributor terbesar sebesar 55 persen, yakni Rp 3,4 triliun, yang naik 25 persen year on year (yoy).
Pendapatan juga disumbang marketing sales properti sebesar Rp 3,856 triliun dari target akhir tahun sebesar Rp 4,760 triliun.
"Hasil keseluruhan LPKR selama periode sembilan bulan merupakan refleksi dari ketahanan serta kedalaman kegiatan operasional perusahaan dalam menghadapi kondisi pasar yang penuh tantangan," kata Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Minggu (2/11).
Budi optimistis target penjualan akhir tahun tercaapai seiring penjualan Kemang Village Mall ke LMIRT yang akan segera rampung dalam waktu dekat. Pendalaman pasar melalui proyek-proyek yang diluncurkan juga diharapkan mendukung target baik secara finansial maupun total arketing sales properti.
Pendapatan dari divisi healthcare juga naik 32 persen menjadi Rp 2,4 triliun dari Rp 1,8 triliun setahun lalu. Earning before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) healthcare naik menjadi Rp 309 miliar, didorong peningkatan EBITDA dari ketiga rumah sakit berkembang sebesar 62 persen.
EBITDA dari sebelas rumah sakit baru sebesar Rp 103 miliar. Sementara kunjungan pasien rawat jalan naik 22 persen dan penerimaan pasien rawat inap naik 31 persen. Jaringan Siloam Hospitals jugaa naik mencapai 18 rumah sakit.
Pendapatan divisi bisnis Urban Development meningkat sebesar 30 persen menjadi Rp 1,7 triliun, ditopang pendapatan Lippo Cikarang yang naik 58 persen menjadi Rp 1,2 triliun. Pendapatan divisi bisnis Large Scale Integrated Development naik 36 persen menjadi Rp 1,1 triliun, didorong pembukuan pendapatan Kemang Village yang naik 104 persen menjadi Rp 627 miliar.
Selain itu, pendapatan divisi komersial yang terdiri dari Mal Ritel & Hotel, relatif datar, tumbuh sebesar naik 1 persen Rp 472 miliar. Pendapatan divisi usaha Manajemen Aset naik 18 persen menjadi Rp 497 miliar.
LPKR perusahaan properti terbesar berdasarkan totaal pendapatan dan aset, memiliki divisi usaha meliputi Residensial/Township, Mal Ritel, Hospitals, Hotels dan Manajemen Aset.
LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 21,7 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




