Bernostalgia Sambil Beramal di Ajang "Jazz Ijen Banyuwangi"

Jumat, 7 November 2014 | 18:23 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Gelaran Jazz Ijen Banyuwangi untuk Kemanusiaan
Gelaran Jazz Ijen Banyuwangi untuk Kemanusiaan (Istimewa)

Banyuwangi - Musisi legendaris seperti Fariz RM, Imaniar, dan Deddy Dhukun bakal menjadi pengisi acara dengan membawakan lagu-lagu yang pernah menjadi hits di zamannya, dalam event musik untuk kemanusiaan, "Jazz Ijen Banyuwangi", Sabtu (8/11).

Fariz FM rencananya akan membawakan sejumlah lagu yang pernah booming di dekade 90-an, seperti "Nada Kasih", "Penari", "Sungguh", dan "Hasrat dan Cita". Tidak hanya itu, Fariz juga akan memberikan kejutan bagi masyarakat Banyuwangi, dengan menyiapkan dua lagu lainnya yang masih dirahasiakan.

Sedangkan Imaniar, bakal membawakan beberapa judul lagu di antaranya, "Hasratku," dan "Ironi". Tidak ketinggalan, penyanyi perempuan yang ngetop di era 80-an ini akan membawakan satu lagu yang sempat menjadi jawara di tangga lagu nasional berjudul "Kacau".

Adapun Deddy Dhukun yang juga terkenal sebagai hitsmaker, bakal membawakan lagu yang pernah sangat populer, seperti "Masih Ada" dan "Keraguan".

"Ketiga musisi kondang multi-talenta ini, dipastikan bakal memberikan pengalaman nostalgia yang membagkitkan kenangan indah sampai kenangan galau bagi para penikmatnya. Tidak hanya akan memberikan hiburan yang istimewa, lewat acara ini kita harapkan akan mengumpulkan banyak donasi untuk disalurkan melalui PMI," ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, di Banyuwangi, Jumat (7/11).

Selain Fariz RM, Imaniar, dan Deddy Dhukun, musisi lain yang bakal tampil adalah Inang Noorsaid, Idham Noorsaid, Franky Sadikin, Jalu Gatot Pratoqna. Juga akan dimeriahkan oleh kehadiran aktris senior Ayu Azhari, Rahma Azhari, dan putri Ayu Azhari, yaitu Isabel Tramp.

Ajang Jazz Ijen Banyuwangi, merupakan 'pemanasan' menuju gelaran "Banyuwangi Beach Jazz Festival" yang akan dihelat pada 6 Desember mendatang. Dua event Jazz ini, juga menunjukkan dua budaya, yaitu budaya bahari dan budaya perkebunan sekaligus merepresentasikan dua destinasi wisata unggulan di Banyuwangi, yaitu pantai dan gunung.

Event ini gratis, namun wisatawan dan penonton yang hadir diwajibkan mendonasikan dana ke Palang Merah Indonesia (PMI) minimal Rp 5.000 dalam bentuk karcis donasi.

"Tapi saya yakin, wisatawan dan penonton yang hadir akan mendonasikan dana yang lebih dari yang ditetapkan minimal Rp 5.000. Karena event ini menjual konsep, saya yakin responsnya besar. Jadi ibarat malam penggalangan dana melalui musik," tutur Anas.

Dia menambahkan, gerakan sosial melalui musik bisa jadi sangat efektif dalam merangsang kesadaran publik. "Saat gerakan sosial terjebak pada formalitas dan cenderung kaku, model event musik untuk kemanusiaan bisa dimunculkan," tambahnya.

Pengelolaan dana dari ajang musik untuk kemanusiaan ini, kata Anas, akan langsung dikelola oleh PMI. Dananya digunakan untuk pengobatan kesehatan bagi penduduk di sekitar kaki Gunung Ijen, mulai pemeriksaan mata, operasi ringan, hingga masalah kesehatan lainnya. Kelompok sasaran lainnya adalah para penambang belerang dan pemandu wisata di Gunung Ijen.

"Ini sekaligus untuk kita mengampanyekan kepedulian lingkungan dan pemulihan setelah sempat terjadi kebakaran Gunung Ijen beberapa waktu lalu yang kini sudah tertangani," ujar Anas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon