4 Pewushu Indonesia Ikuti Piala Dunia Sanda Tanpa Target

Rabu, 12 November 2014 | 16:18 WIB
SA
B
Penulis: Shesar Andriawan | Editor: B1
Wakil Ketua Umum III PBWI Ngatino, Sekretaris Jenderal PBWI Iwan Kwok, dan Ketua Panitia Pelaksana Eisen Gauw saat konferensi pers Piala Dunia Sanda 2014 di Jakarta Pusat, Rabu (12/11).
Wakil Ketua Umum III PBWI Ngatino, Sekretaris Jenderal PBWI Iwan Kwok, dan Ketua Panitia Pelaksana Eisen Gauw saat konferensi pers Piala Dunia Sanda 2014 di Jakarta Pusat, Rabu (12/11). (Beritasatu.com/Shesar Andriawan)

Jakarta - Indonesia menurunkan empat atlet wushunya dalam Piala Dunia Sanda 2014 yang dihelat di Istora Senayan, Jakarta Pusat, 20-21 November. Kejuaraan ini dimanfaatkan sebagai ajang mengukur kemampuan sekaligus persiapan menuju SEA Games 2015.

Indonesia diwakili tiga pewushu putri: Junita Malau (48 kilogram), Hertati (52 kg), dan Moria Manalu (65 kg), serta satu pewushu putra Edowar Virnanda (52 kg). Tidak ada target yang dibebankan kepada mereka.

"Kejuaraan ini bagian dari program pengembangan untuk lebih memopulerkan sanda ke masyarakat, juga memotivasi atlet agar tidak cuma jago di kejurnas (kejuaraan nasional). Kami tidak menargetkan hasil, harus medali emas atau apa. Cuma berusaha dan berdoa agar dapat yang terbaik saja," kata Ketua Panitia Pelaksana Eisen Gauw dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (12/11).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBWI Iwan Kwok menambahkan, "Jujur saja kekuatan kita di sanda dunia masih belum kuat".

Menimbang kekuatan Indonesia saat ini, maka ajang ini hanya akan dimanfaatkan untuk menambah pengalaman internasional keempat atlet. Kejuaraan ini juga tidak dijadikan tempat menyeleksi atlet untuk SEA Games Singapura 2015.

Wakil Ketua Umum III PBWI Ngatino menjelaskan, dengan mengikuti kejuaraan ini atlet bisa mengukur sejauh mana kekuatan mereka.

"Biar mereka sadar kalau juara nasional itu levelnya masih lokal. Di sini, mereka bisa mengukur kekuatan di hadapan atlet internasional. Sejauh ini Kazakhstan dan Tiongkok masih yang terkuat di sanda," ucap Ngatino.

Ada 18 nomor yang dipertandingkan di Piala Dunia Sanda edisi ketujuh ini. Rinciannya, tujuh nomor di kelas putri dan 11 di putra. Hanya peringkat empat besar di Kejuaraan Dunia 2013 yang berhak ambil bagian di sini.

Hanya Junita dan Hertati yang tahun lalu masuk empat besar. Moria dan Edowar masuk karena peserta negara lain mengundurkan diri. Moria menjuarai kejurnas tahun ini, sedangkan Edowar ada di peringkat ketiga.

Juara berhak mendapatkan Rp 20 juta, runner-up Rp 12 juta, dan peringkat ketiga Rp 6 juta. Untuk menarik animo penonton, panitia menggratiskan tiket masuk.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon