JK: Silakan Unjuk Rasa, Anarkistis Ditangkap
Jumat, 14 November 2014 | 18:13 WIB
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan, dinamika unjuk rasa menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Makassar, Sulawesi Selatan sebenarnya tidak besar. Namun, peserta unjuk rasa memang gencar melakukan aksi saat media meliput mereka. Lebih jauh Wapres mengatakan, demontrasi tidak akan dilarang namun melakukan perusakan akan berujung pada penindakan hukum.
"Unjuk rasa silakan, tetapi anarkistis itu harus ditangkap. Itu hukum itu. Ya, di Makassar begitu, tidak menjadi bagian besar dari isu sebenarnya," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (14/11).
JK mengapresiasi kapolda setempat yang sudah menangkap empat orang pelaku demonstrasi yang melakukan tindakan berlebihan. Wapres yang berasal dari Makassar itu mengatakan, kondisi mahasiswa di kota tersebut memang terbilang dinamis. Mereka aktif mengekspresikan tuntutan dan penolakan terhadap isu baru.
"Jadi itu style Makassar, jadi sebenarnya (yang demo) tidak banyak juga hal yang besar di Makassar," kata dia lagi.
Ditambahkannya, kemarin dia juga sudah memanggil Forum Rektor Makassar ke kantor wakil presiden dan menurut mereka aksi mahasiwa sebenarnya tidak besar, bahkan tidak bisa dijamin yang melakukan unjuk rasa berasal dari universitas di kota itu.
"Ada empat orang ditahan karena aksi anarkistis, lempar-lempar. Ya, kita perintahkan itu (penangkapan)," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




