Hajriyanto Tohari: Situasi Golkar Saat Ini Menjengkelkan
Jumat, 21 November 2014 | 10:31 WIB
Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar (PG) Hajriyanto Y Thohari mengungkapkan situasi partai berlambang pohon beringin itu saat ini menjengkelkan. Etika dan aturan partai sudah tidak dipedulikan. Semua dibuang hanya untuk memuluskan dan mempertahankan kekuasaan dari sekelompok orang.
"Sungguh saya tertawa geli melihat situasi ini. Benar-benar menjengkelkan. Kami bela-belain Musyawarah Nasional (Munas) tahun 2015, ternyata kemudian dipercepat. Dibela-belain kelompok yang minta Munas dipercepat, berubah minta Munas 2015. Saya jadi merasa menjadi orang naif," kata Hajriyanto di Jakarta, Jumat (21/11).
Menurut Hajriyanto, ada fenomena inkonsistensi yang menyolok di kalangan elite pimpinan PG sekarang ini. Inkonsistensi itu tampak dalam dua episode.
Pada episode pertama, begitu usai pemilihan presiden (Pilpres) 2014, elite pimpinan PG terbagi menjadi dua kelompok. Ada yang menuntut percepatan Munas dari 2015 ke 2014. Di sisi lain, ada yang menolak percepatan tersebut. Bahkan mengancam memecat oknum-oknum pimpinan yang menuntut Munas dipercepat.
Pada episode kedua, terjadi tukar-menukar sikap antara dua kelompok elite di episode pertama tadi. Kelompok yang pada episode pertama menuntut percepatan Munas berbalik menuntut Munas tetap 2015 sesuai dengan keputusan Munas 2009. Sementara mereka yang pada episode pertama menolak percepatan Munas kini berbalik membuat keputusan mempercepat Munas.
Mereka tidak peduli dengan keputusan pleno DPP PG yang dibuatnya sendiri yaitu Munas digelar Januari 2015. Dalihnya, pleno berada di bawah rapat pimpinan nasional (Rapimnas) maka keputusan pleno bisa dibatalkan Rapimnas. "Penghormatan saya kepada Golkar merosot tajam," ujar mantan Wakil Ketua MPR ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




