Pengamat: Jokowi Adalah Seorang Politisi

Sabtu, 22 November 2014 | 16:38 WIB
YP
B
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: B1
Presiden Joko Widodo (kanan) melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi (kiri) di sela-sela KTT ASEAN ke-25 Tahun 2014 di Nay Pyi Taw, Myanmar, Kamis (13/11).
Presiden Joko Widodo (kanan) melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi (kiri) di sela-sela KTT ASEAN ke-25 Tahun 2014 di Nay Pyi Taw, Myanmar, Kamis (13/11). (Antara/Widodo S.Jusuf)

Jakarta - Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya menilai Presiden Joko Widodo seorang politisi ulung. Hal ini terbukti dengan karir yang terus menanjak mulai dari kepala daerah sampai Presiden.

Pernyataan ini disampaikan Yunarto dalam acara dialog kebangsaan yang bertema "Menakar Kinerja Kabinet Kerja di Awal 100 Hari". Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) dan Gereja Santo Bonaventura Pulomas, Jakarta pada Sabtu (22/11).

Selain Yunarto, hadir juga sebagai pembicara adalah Ketua DPN Apindo Franky Sabarini dan pengamat komunikasi politik Effendi Ghazali.

Sebagai seorang politisi, menurut Yunarto, Jokowi berhasil menaklukan hati Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri sehingga dia dipercayakan menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Presiden RI yang berasal dari PDI Perjuangan.

"Sebagai politisi, Jokowi bisa menempatkan diri di mana pun berada. Dia bisa menetralkan situasi,"katanya.

Dia juga mengungkapkan bagaimana Jokowi bisa menetralkan situasi pasca-Pilpres dengan bertemu dengan para pimpinan Koalisi Merah Putih (KMP). Bahkan Jokowi mampu bertemu dengan rivalnya Prabowo Subianto.

"Pasca-pilpres, kita bisa melihat bagaimana Jokowi sungguh-sungguh berperan sebagai politisi,"tandasnya.

Yunarto juga menyebutkan bahwa Jokowi selalu didamping "preman" dalam menjalankan tugasnya. Premen yang dimaksudkan Yunarto adalah wakil-wakilnya ketika menduduki jabatan dari Walikota Solo kemudian Gubernur DKI Jakarta sampai kini menjadi Presiden.

Menurut Yunarto, karakter Jokowi yang suka blusukan itu selalu didampingi sosok yang bisa mendobrak birokrasi.

"Di Solo premannya FX Rudi, sewaktu jadi Gubernur DKI, premannya ya Ahok, preman dengan gaya lain. Dan diharapkan sekarang ya Pak JK kan premannya," pungkas Yunarto.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon