Pengamat: Jokowi Adalah Seorang Politisi
Sabtu, 22 November 2014 | 16:38 WIB
Jakarta - Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya menilai Presiden Joko Widodo seorang politisi ulung. Hal ini terbukti dengan karir yang terus menanjak mulai dari kepala daerah sampai Presiden.
Pernyataan ini disampaikan Yunarto dalam acara dialog kebangsaan yang bertema "Menakar Kinerja Kabinet Kerja di Awal 100 Hari". Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) dan Gereja Santo Bonaventura Pulomas, Jakarta pada Sabtu (22/11).
Selain Yunarto, hadir juga sebagai pembicara adalah Ketua DPN Apindo Franky Sabarini dan pengamat komunikasi politik Effendi Ghazali.
Sebagai seorang politisi, menurut Yunarto, Jokowi berhasil menaklukan hati Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri sehingga dia dipercayakan menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Presiden RI yang berasal dari PDI Perjuangan.
"Sebagai politisi, Jokowi bisa menempatkan diri di mana pun berada. Dia bisa menetralkan situasi,"katanya.
Dia juga mengungkapkan bagaimana Jokowi bisa menetralkan situasi pasca-Pilpres dengan bertemu dengan para pimpinan Koalisi Merah Putih (KMP). Bahkan Jokowi mampu bertemu dengan rivalnya Prabowo Subianto.
"Pasca-pilpres, kita bisa melihat bagaimana Jokowi sungguh-sungguh berperan sebagai politisi,"tandasnya.
Yunarto juga menyebutkan bahwa Jokowi selalu didamping "preman" dalam menjalankan tugasnya. Premen yang dimaksudkan Yunarto adalah wakil-wakilnya ketika menduduki jabatan dari Walikota Solo kemudian Gubernur DKI Jakarta sampai kini menjadi Presiden.
Menurut Yunarto, karakter Jokowi yang suka blusukan itu selalu didampingi sosok yang bisa mendobrak birokrasi.
"Di Solo premannya FX Rudi, sewaktu jadi Gubernur DKI, premannya ya Ahok, preman dengan gaya lain. Dan diharapkan sekarang ya Pak JK kan premannya," pungkas Yunarto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




