Arah Investasi Sepekan
"Window Dressing" Mulai Melanda Bursa Saham
Senin, 24 November 2014 | 10:05 WIB
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi cenderung menguat selama perdagangan pekan ini. Hal tersebut dipicu oleh penguatan bursa Amerika Serikat (AS) dan regional, serta fenomena window dressing di bursa saham domestik pada akhir November.
Window dressing merupakan aksi para pengelola dana dan emiten menaikkan harga saham guna memperbaiki portofolio untuk menutup performa di akhir tahun. Fenomena tersebut bakal mengerek harga sejumlah saham unggulan, sehingga berdampak positif terhadap IHSG.
Kepala ekonom dan analis PT Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan, IHSG bakal bergerak pada kisaran 5.080-5.180 selama pekan ini. Penguatan IHSG berpeluang terus terjadi menjelang tutup tahun.
"Biasanya window dressing dimulai akhir November. Investor akan banyak melakukan aksi beli saham sehingga memberi tenaga pada IHSG, sebelum dilepas pada tutup tahun," kata Lana kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.
Lana menjelaskan, minimnya sentimen dari dalam negeri, membuat IHSG sangat terpengaruhi sentimen global. Secara psikologis, investor lokal dan asing masih optimistis menilai fundamental ekonomi Indonesia, setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Para pemodal, kata Lana, belum melihat kisruh yang mengkhawatirkan dari aksi protes maupun demonstransi terhadap kenaikan harga BBM. Dampak kenaikan BBM terhadap inflasi baru akan terlihat pada dua bulan mendatang. Sementara itu, pola konsumsi masyarakat diperkirakan belum berubah signifikan dalam waktu dekat.
"Saham-saham konstruksi tetap akan menjadi perhatian, seiring dengan prediksi penguatan kinerja emiten di sektor tersebut. Sedangkan sejumlah sektor seperti properti dan barang konsumsi agak sedikit melambat karena kenaikan harga BBM," jelas dia.
Sementara itu, analis dan CEO LBP Enterprises Lucky Bayu Purnomo mengatakan, laju indeks acuan AS akan melanjutkan penguatan pada pekan ini menyusul optimistime terhadap ekonomi global. "Penguatan indeks acuan AS akan mendorong penguatan laju indeks regional utamanya Asia seperti Nikkei, Hang Seng, Kospi, dan tentunya IHSG," terang dia.
Menurut Lucky, pada pekan ini, penguatan indeks AS akan dipengaruhi tingkat konsumsi masyarakat AS yang meningkat menjelang perayaan Thanksgiving. Perayaan ucapan terima kasih tersebut jatuh setiap kamis keempat pada November. Kondisi tersebut juga ditopang perilaku window dressing pasar yang akan berjalan sampai 24 Desember 2014.
"Fenomena window dressing biasanya terjadi selama sebulan. Para pemodal akan melakukan trading singkat, akan banyak masuk dan beli saham, kemudian berakhir sebelum liburan Natal," jelas Lucky.
Dia menambahkan, perdagangan pekan ini juga akan dipengaruhi sentimen harga minyak dunia. "Harga minyak bergerak fluktuatif, kemungkian dalam jangka menengah bisa berpotensi melemah hingga US$ 70 per barel," ujar Lucky.
Di dalam negeri, kata Lucky, pasar akan mencermati manuver pemerintah di sektor infrastruktur seiring dengan pengalihan alokasi dari subsidi BBM. Dia memperkirakan, IHSG akan bergerak menguat pada kisaran 5.045-5.135 sepanjang pekan ini. Investor disarankan mencermati saham-saham PTPP, WSKT, SMGR, dan WIKA.
"Sementara itu sinyal negatif akan dialami saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI,dan BMRI. Ini seiring dengan sentimen dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia," ujar dia.
Hal senada dikatakan Kepala Riset Universal Broker Securities Satrio Utomo. Menurut dia, tekanan jual bakal terjadi kepada saham-saham perbankan. Belum lama ini, Bank Indonesia menaikan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin dari 7,5 persen menjadi 7,75 persen. Kebijakan tersebut terpaksa dilakukan untuk merespons ekspektasi inflasi, menjaga kondisi defisit neraca berjalan, dan menjaga likuiditas perbankan.
"Tapi dampaknya saham perbankan rawan tekanan. Untuk sementara, kami rekomendasikan hold saham perbankan," ujar dia.
Satrio memperkirakan, IHSG akan bergerak dalam rentang 5.100-5.200 sepanjang perdagangan pekan ini. Hal tersebut dengan catatan tidak ada sentimen negatif dari dalam dan luar negeri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




