Kader Golkar Marah Karena Buruknya Demokrasi dalam Partai

Senin, 24 November 2014 | 21:35 WIB
HS
YD
Penulis: Hotman Siregar | Editor: YUD
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (tengahh) ketika memberikan keterangan.
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (tengahh) ketika memberikan keterangan. (Fuska Sani/Suara Pembaruan)

Jakarta - Pakar politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit menilai, buruknya demokrasi di Partai Golkar akhir-akhir ini membuat para kader semakin apatis terhadap ketua umumnya. Golkar saat ini juga dinilai telah kembali ke zaman Orde Baru (Orba) yang menyebabkan para kader protes dan bahkan bisa bertindak bringas.

"Apa yang terjadi di kantor DPP Golkar malam ini sebagai bentuk kemarahan para kader terhadap ketua umumnya Aburizal Bakrie (ARB). Sudah gagal memimpin Golkar selama lima tahun ini malah tetap ngotot untuk maju lagi," ujar Arbi kepada Beritasatu.com Senin (24/11) malam.

Bahkan, Golkar dinilai Arbi sebagai ujung tombak penghancuran demokrasi di Indonesia. Kegagalan Parpol dalam meregenerasi kadernya tentu sangat berpengaruh dalam kehudupan berbangsa dan bernegara.

"Karena kegagalan mereka (parpol) mengurus diri sendiri jadi mengorbankan segala sesuatunya di Indonesia. Begitu juga dengan ARB yang sudah jelas gagal pimpin Golkar tetapi tetap maju sebagai calon ketua umum. Belum lagi proses jelang munas yang terkesan akal-akalan," ujarnya.

Arbi menyarankan, ARB tak maju lagi sebagai ketua umum agar Golkar semakin kuat di masa depan. Golkar sebagai Partai Nasionalis seharusnya bisa partai politik panutan di masyarakat bila demokrasi dijalankan secara benar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon