Guru Dukung Menteri Pendidikan Hapus UN

Selasa, 25 November 2014 | 08:22 WIB
AS
B
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: B1
Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional (UN) 2014 di SMP Negeri 37 Medan, Sumut, Senin (5/5).
Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional (UN) 2014 di SMP Negeri 37 Medan, Sumut, Senin (5/5). (Antara/Septianda Perdana)

Medan - Dalam memperingati Hari Guru, kalangan guru mendukung Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan untuk berani menghapus Ujian Nasional (UN) di Tanah Air karena dinilai tidak membawa manfaat melainkan malah menambah persoalan baru.

"Banyak yang dapat dijadikan alasan Menteri Pendidikan untuk menghapus UN tersebut. Selain menghamburkan uang negara, UN sudah banyak merenggut korban jiwa, sekolah dibakar dan pelajar stres," ujar seorang guru di Medan, Hamdani (45), Senin (25/11).

Dia mengatakan, pelaksanaan UN oleh pemerintahan sebelumnya itu pun dinilainya banyak menuai masalah. Lebih parahnya lagi, soal ujian sangat telat sampai ke peserta ujian.

Bahkan, ada sekolah yang terpaksa menunda pelaksanaan UN karena tidak ada soal UN.

"Lebih baik sistem kelulusan peserta UN itu dikembalikan ke setiap sekolah. Dinas pendidikan yang melakukan pengontrolan dan pengawasan sekolah. Ini lebih efektif daripada program pemerintah dalam melaksanakan UN. Tidak ada moderatnya," kata guru lainnya, Surya (48).

Menurutnya, pelaksanaan UN telah menimbulkan banyak masalah. Oleh karena itu, Menteri Pendidikan sebaiknya berani mengambil keputusan yang bijaksana.

UN pun telah menimbulkan beban buat siswa. Kondisi ini yang membuat peserta banyak mengalami stres.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon