Taman Jadi Tempat Mesum, Dinas Pertamanan Akui Kekurangan SDM Penjaga Taman

Selasa, 25 November 2014 | 11:08 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Taman Menteng.
Taman Menteng. (Antara)

Jakarta - Cukup banyak taman yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menjadi tempat mesum. Selain penerangan lampu taman tak cukup, juga dikarenakan kurangnya pengawasan taman oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Distamkam) DKI Jakarta.

Hal itu diakui Kepala Distamkam DKI Jakarta, Nandar Sunandar, yang menyadari pihaknya kewalahan dalam mengelola dan mengawasi taman.

Hal itu membuat taman menjadi sepi, lalu kondisi taman yang remang-remang dijadikan tempat berpacaran yang berujung perbuatan mesum.

Keterbatasan petugas untuk penjagaan taman menjadi salah satu faktor maraknya tindak mesum yang kerap kali dilakukan oleh para muda-mudi di taman.

"Tidak semua taman dijaga. Karena memang petugas penjaga taman terbatas. Mereka difokuskan untuk menjaga taman-taman besar saja," kata Nandar, Selasa (25/11).

Taman-taman besar seperti Taman Menteng dan Taman Suropati ditempatkan dua petugas setiap harinya dengan sistem tiga kali jam kerja yang masing-masing bertugas selama delapan jam.

"Taman besar dijaga petugas 24 jam. Selain mengawasi, petugas wajib mengingatkan pengunjung yang melanggar aturan, apalagi berbuat tidak senonoh di taman," ujarnya.

Meski terbatas, namun bukan berarti taman-taman kecil tak dijaga. Distamkam tetap melakukan pengawasan terhadap taman-taman kecil. Petugas tetap melalukan pemantauan dengan patroli keliling.

Petugas yang memantau dan mengawasi taman, sampai saat ini berasal dari pihak ketiga, bukan pegawai Distamkam.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, Taman Menteng, Menteng, Jakarta Pusat, pada malam hari taman ini kerap kali digunakan sebagai tempat berpacaran kalangan muda-mudi.

Tidak hanya di taman, tetapi juga di tempat parkir bagian atas juga dijadikan tempat berduaan. Para penjaga Taman Menteng, kerap kewalahan untuk mengamankan tempat parkir bagian atas tersebut.

Padahal, taman ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana olahraga, berupa dua lapangan futsal dan satu lapangan basket.

Begitu juga ada area bermain anak-anak. Sayangnya, area bermain tersebut tak dirawat. Bahkan, ada alat panjat berbentuk lingkaran yang teronggok di atas beton, dibiarkan terbalik begitu saja.

Kalau dipanjat anak-anak, mereka bisa jatuh ke atas beton yang keras.

Kondisi malam hari membuat taman tampak remang-remang, bahkan cenderung gelap karena kurangnya penerangan lampu taman.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon