Tentara Dikerahkan di Ferguson, Aksi Protes Meluas di Seluruh AS

Rabu, 26 November 2014 | 23:39 WIB
HA
B
Penulis: Happy Amanda Amalia | Editor: B1
Putusan juri yang membebaskan Polisi Darren Wilson yang menembak mati remaja berkulit hitam membuat marah warga Ferguson dan memicu aksi protes hampir di seluruh negara bagian Amerika Serikat
Putusan juri yang membebaskan Polisi Darren Wilson yang menembak mati remaja berkulit hitam membuat marah warga Ferguson dan memicu aksi protes hampir di seluruh negara bagian Amerika Serikat (New York Times)

Ferguson - Aksi protes banyak bermunculan di seluruh Amerika Serikat (AS) pada Selasa (25/11). Para petugas polisi pun berjuang untuk memadamkan kerusuhan yang terjadi sepanjang malam di Ferguson, lokasi awal kerusuhan yang berbasis rasial di AS.

Aksi kekerasan juga meletus di pinggiran St Louis, Missouri, di malam kedua, setelah keluarnya keputusan dari Dewan Juri pada Senin (24/11) yang memutuskan untuk tidak mendakwa polisi berkulit putih karena menembak seorang remaja kulit hitam yang tak bersenjata pada Agustus lalu.

Pihak kepolisian daerah St Louis pun melaporkan bahwa jendela-jendela di balai kota banyak yang dihancurkan. Sebuah mobil polisi dibakar, dan para demonstran melempari polisi dengan batu-batuan, botol, bongkahan beton, serta bom molotov.

"Para demonstran juga melemparkan botol-botol berisi air seni," kata kepala polisi St Louis John Belmar.

Dia mengatakan, sebanyak 44 orang ditangkap, tapi secara umum malam ini lebih tenang ketimbang Senin, ketika kota ini diamuk oleh para penjarah, serta banyak baku tembak dari para perusuh dan setidaknya sebanyak 12 bangunan dibakar.

Belmar mengatakan, pada saat ini polisi hanya menggunakan tembakan gas air mata.

"Saya pikir secara umum malam ini adalah malam yang jauh lebih baik," ungkap Belmar kepada wartawan.

Gubernur Missouri Jay Nixon mengatakan, pasukan Garda Nasional yang ada di daerah Ferguson sudah bertambah tiga kali lipat menjadi lebih dari 2.000 tentara untuk mendukung pasukan kepolisian setempat yang terkepung.

Menjelang malam hari, polisi anti huru-hara Ferguson disebar di sekeliling 100 demonstran yang bernyanyi dan melambaikan plakat-plakat. Salah satu plakat bertuliskan "Kami tidak dapat dibungkam".

Jumlah kerumunan pun jauh lebih kecil dari kerumunan pada Senin. Tapi, para penghasut bertopeng yang ada sisi demonstrasi bentrok dengan polisi. Kemudian diikuti dengan aksi kekerasan yang kian memburuk.

Sementara itu, ribuan demonstran berjalan di sepanjang jalan-jalan dan jalan raya, menganggu lalu lintas di jembatan dan terowongan di kota New York – yang mengarah pada sejumlah penangkapan.

Kerumunan yang menggelar aksi damai juga turun ke jalan-jalan di Washington di luar Gedung Putih.

Meskipun masih dengan rasa kemarahan yang serupa, namun sebagian besar melakukan aksi protes damai yang terjadi di seluruh negeri, mulai dari Oakland dan Seattle di pantai barat hingga ke Atlanta, Philadelphia dan Baltimore di bagian timur.

Di daerah Los Ageles yang luas, sebanyak puluhan pemrotes ditangkap oleh polisi anti huru hara, demikian dilaporkan oleh Los Angeles Times.

Di Portland dan Denver, polisi melaporkan mereka terpaksa menyerang dengan semprotan merica.

Sedangkan CNN melaporkan bahwa ada pertemuan-pertemuan dalam jumlah besar dan kecil yang dilaporkan terjadi di 170 komunitas nasional.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun menyerukan supaya para perusuh dituntut, kendati diakui bahwa rasa frustasi itu berakar dari kelompok minoritas yang merasa diperlakukan tak adil oleh polisi.

"Ada cara yang produktif dalam merespons dan mengeksresikan rasa frustasi mereka dan ada cara-cara merusak dalam merespons hal itu. Membakar bangunan, membakar mobil, merusak properti, menempatkan orang-orang berada dalam risiko. Itu adalah sesuatu hal yang merusak dan tidak ada alsasan untuk itu. Yang mereka lakukan adalah tindak pidana," ujarnya.

Pihak pengacara untuk keluarga dari remaja Michael Brown yang dibunuh ini mengecam jaksa karena dalam sidang dewan juri mengetahui bahwa petugas polisi Darren Wilson telah membunuh remaja berusia 18 tahun dengan alasan membela diri.

"Proses ini sudah rusak. Proses ini harusnya didakwa," kata pengacara keluarga Brown, Benjamin Crump dalam konferensi pers.

Crump mengkritik karena Wilson belum melalui pemeriksaan silang ketika dia muncul sebelum dewan juri, memutuskan untuk tidak mendakwa dia karena penembakan yang dilakukan pada 9 Agustus lalu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon