Disiapkan, Rencana Mega-Investasi untuk Bangun Ekonomi Eropa

Kamis, 27 November 2014 | 04:49 WIB
HA
B
Penulis: Happy Amanda Amalia | Editor: B1
New Hellenic Postbank (TT), bank sakit di Yunani yang dijual sebagai syarat mendapatkan dana talangan dari Uni Eropa
New Hellenic Postbank (TT), bank sakit di Yunani yang dijual sebagai syarat mendapatkan dana talangan dari Uni Eropa (AFP)

Strasbourg - Kepala Komisi Eropa Jean Claude Juncker pada Rabu (26/11) mengungkap rencana investasi besar-besaran senilai 315 miliar euro untuk memulai perekonomian di Eropa yang tertunda. Dia pun mengatakan pihaknya akan menunjukkan kepada dunia bahwa Eropa sudah kembali berbisnis.

Rencana yang sejak lama dinanti-nantikan ini, merupakan kunci dari mandat lima tahunan Juncker, melibatkan Uni Eropa (UE) yang telah menetapkan pendanaan sebesar 21 miliar euro (US$ 26 miliar) yang bertujuan untuk menjelaskan besaran gambaran yang mencapai 15 kali dari jumlah investasi swasta.

Juncker pun berharap proposal itu akan meningkatkan upaya-upaya untuk menciptakan lapangan kerja yang sangat dibutuhkan, serta pertumbuhan yang terjadi di tengah kekhawatiran akan kegagalan Eropa untuk pulih dari krisis keuangan yang menyeret perekonomian dunia karena masalah itu.

"Eropa perlu memulai dan hari ini pihak komisi menyediakan penyokongnya. Kita perlu mengirimkan sebuah pesan ke Eropa dan seluruh dunia bahwa Eropa sudah kembali berbisnis," ungkap Junkcer kepada Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis.

Mantan Perdana Menteri Luksemburg ini mengatakan, dia memiliki visi terhadap anak-anak di kota Thessaloniki, Yunani yang pergi ke sekolah yang dipenuhi dengan komputer, dan pengendara-pengendara Prancis yang mengisi ulang mobil-mobil listrik mereka di sisi jalan bebas hambatan.

Pengumumannya dikeluarkan sehari setelah Paus Francis mengatakan dalam sebuah pidato kepada parlemen yang sama bahwa Eropa kini bagaikan seorang nenek yang sangat tua dan lesu, serta mendesak pemerintah untuk kembali merrebut kepemimpinan global.

Dana Eropa untuk Investasi Strategi yang baru harus mendapat persetujuan dari para pemimpin di 28 negara anggota blok UE yang bersama-sama mewakili perekonomian terbesar di dunia dengan populasi lebih dari 500 juta orang – di sebuah KTT pada Desember.

Juncker yang menjabat sebagai kepala Komisi Eropa – lembaga eksekutif Uni Eropa – pada 1 November ini pun segera berjanji untuk mengungkap rencana tersebut pada saat Natal sehingga pemerintah bisa berdiri dan berjalan secepat mungkin.

"Saya berjanji untuk memberikan paket investasi yang ambisius pada saat Natal. Hari ini, Natal sudah tiba lebih awal," ujar dia kepada parlemen.

Namun ada kritika bahwa pendanaan itu tidak berisi uang tambahan yang baru dan hanya berupa modifikasi pendanaan yang sudah ada, serta dari perhitungan sumber uang yang akan menarik 15 kali dari jumlah awal. Tapi Juncker menolak tudingan itu.

"Saya sering mendengar apa yang kita butuhkan adalah tambahan uang baru. Tapi saya yakin apa yang kita butuhkan adalah awal yang baru dan investasi yang baru. Uang yang kami tempatkan di depan hari ini ada di atas dari apa yang sudah ada, " ungkap Juncker, yang berbicara dalam bahasa Inggris dan Jerman.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon