Ritel dan E-Commerce, Cara Lenovo Penetrasi Pasar
Kamis, 27 November 2014 | 21:34 WIB
Jakarta - Tren belanja online di Indonesia naik seiring meningkatnya penetrasi internet. Hal ini mendorong munculnya situs e-commerce.
E-commerce kini menjadi salah satu jalur distribusi bermacam produk, salah satunya ponsel pintar. Xiaomi misalnya, sukses berdagang melalui jalur ini. Pemain lainnya, Lenovo juga masuk ke e-commerce.
Lenovo mendistribusikan Vibe Z2 Pro melalui Bhinneka, salah satu pemain besar e-commerce Indonesia. Kendati demikian jalur tradisional tetap tidak ditinggalkan.
"Tradisional market tetap yang terbesar, meskipun e-commerce punya potensi sendiri. Ini masalah kultur, orang Indonesia masih lebih percaya membeli langsung. Selain itu di daerah yang agak masuk (pelosok) juga internet belum sebagus di kota," ucap Indonesia Sales Lead Mobile Business Group Lenovo, Robert Kurniawan di Jakarta, Kamis (27/11).
Lenovo bertindak cermat dalam menentukan produk mana yang cocok didistribusikan lewat e-commerce. Meski Z2 Pro yang harganya Rp 7,5 juta dijual lewat Bhinneka, bukan berarti ponsel high-end lah yang akan masuk ke jalur e-commerce. Robert menjelaskan, asalkan pasarnya cocok maka sebuah ponsel bisa masuk jalur tersebut.
Produsen ponsel pintar dengan pangsa pasar 8 persen di Indonesia ini memilih untuk mengkombinasikan jalur tradisional (ritel) dan e-commerce. Selain karena yang tradisional masih menjadi pasar terbesar, juga karena belum adanya data pembelian produk melalui e-commerce.
Belum ada lembaga yang melakukan riset pada pasar e-commerce Indonesia. Setiap situs e-commerce memang mempunyai data, tapi itupun pengumpulannya masih manual. Untuk menggabungkan data yang dimiliki semua pelaku e-commerce, lalu menganalisisnya butuh kerja lebih lanjut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




