Munas Golkar

Akbar Tandjung Minta Peserta Munas Berani Protes Terbuka

Senin, 1 Desember 2014 | 19:02 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung (Antara/Vitalis Yogi Trisna)

Nusa Dua - Para peserta Musyawarah Nasional (Munas) ke-9 Partai Golkar diharapkan bisa dan berani secara terbuka menyampaikan protesnya apabila tidak setuju terhadap tata tertib (tatib) munas itu.

Seruan itu disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung, di sela-sela pelaksanaan Munas di Nusa Dua, Bali, Senin (1/12).

Akbar misalnya, mengkritisi pihak-pihak yang menganggap adanya tata tertib munas Pasal 22 soal verifikasi calon ketua umum.

Menurut Akbar, secara riil, wajar apabila ada proses verifikasi itu. Masalahnya, bila dianggap metodenya tak cocok, yakni secara tertulis, tak baik bila ada peserta munas yang merasa dipaksa mendukung calon incumbent setelah tatib soal itu diketuk.

"Kalau memang ada paksaan, disampaikan saja secara terbuka. Jangan tak berani. Kalau disampaikan terbuka, kan kita bisa sah mengajukan pertanyaan ke DPP. Kalau betul, kita minta supaya tak diulangi," kata Akbar.

Bagi Akbar, sepanjang pasal itu masih di dalam batasan aturan maka sah diputuskan dan harus diikuti.

"Kalau memang sudah diketuk, kemudian tak ada reaksi, putusannya dianggap sah. Kecuali kalau ada reaksi keras dan tak mau terima, bisa saja jadi dasar untuk melihat kembali pasal itu," kata dia.

Untuk diketahui, protes soal aturan itu hanya menjadi bisik-bisik di antara peserta munas. Belum ada satu pun yang terbuka menyampaikan protes selain calon ketua umum Airlangga Hartarto.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon