10-11 Desember, Buruh Gelar Aksi Mogok Nasional
Rabu, 3 Desember 2014 | 20:18 WIB
Jakarta - Buruh seluruh Indonesia akan menggelar aksi mogok nasional pada Desember dengan mengusung lima tuntutan kepada pemerintah, kata Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi.
"Rencana awal mogok nasional ini tangga 10 dan 11 Desember, dan aksi ini kami mengusung lima tuntutan kepada pemerintah. Besok kepastiannya," katanya, Rabu (3/12).
Dia menjelaskan kelima tuntutan itu yakni, pertama menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) karena membuat daya beli buruh turun.
"Terutama di sektor makanan, ongkos transportasi dan sewa rumah. Itu bebannya sampai Rp 400.000 dengan kenaikan BBM Rp 2.000. Untuk Jakarta sama saja tidak ada kenaikan upah kemarin ini malah nombok," katanya.
Tuntutan kedua, buruh meminta seluruh gubernur di Indonesia merevisi nilai upah minimum dengan mempertimbangkan dampak kenaikan harga BBM.
"Kan sudah ditutup nih termasuk Jakarta yang menetapkan Rp 2,7 juta. Hitungan aliansi buruh ini dengan adanya dampak kenaikan harga BBM, upah minimum paling mungkin itu berkisar diatas Rp 3 juta. Itu untuk daerah industri," Ketiga, buruh berharap berlakunya jaminan pensiun untuk mereka pada 2015 dengan mengacu pada peraturan pemerintah yang baru.
"Keempat, kami minta sistem outsourcing atau alih daya dihapuskan terutama di BUMN," paparnya.
Selanjutnya tuntutan kelima, jaminan kesehatan seluruh rakyat harus diperbaiki sistemnya.
"Sekarang masih antre, banyak yang ditolak ketika berobat, itu kan tidak boleh, berarti ada sistem yang salah. Kami minta sistem dan anggaran jaminan kesehatan untuk rakyat ini," katanya.
Dia menambah, selain kelima tuntutan tersebut, mereka juga menuntut agar buruh informal mendapat jaminan kesehatan dan upah minimum. Saat ini banyak buruh informal yang tidak terlindungi, tidak mendapat jaminan sosial.
Buruh informal ini seperti pedagang, tukang becak, tukang jamu dan buruh yang mempunyai majikan seperti mereka yang bekerja di home industri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




