Keprihatinan Keluarga Besar PII

Minggu, 25 Desember 2011 | 12:59 WIB
DS
B
Penulis: Dyah Shinta | Editor: B1
Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) pimpinan Ketua Umum Soetrisno Bachir dan Sekretaris Djayadi Hanan
Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) pimpinan Ketua Umum Soetrisno Bachir dan Sekretaris Djayadi Hanan
Alumni Pelajar Islam Indonesia prihatin hubungan antar umat agama dan intra umat agama masih rentan.

Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PKB PII) memberi catatan khusus perjalanan bangsa dan negara di tahun 2011. Khususnya di bidang hubungan antar agama, alumni PII ini prihatin dengan konflik hubungan antar agama. Bahkan hubungan intra umat dalam satu agama juga tak kalah memprihatinkan.

"Bangunan hubungan antar umat agama dan intra umat agama masih rentan. Hal ini menimbulkan konflik baik karena perbedaan keyakinan maupun perbedaan dalam mengekspresikan keyakinan. Munculnya opini dan stigma terhadap tindakan terorisme yang didasari agama tertentu dapat memecah belah umat beragama sehingga nilai-nilai agama dianggap sebagai cikal-bakal munculnya terorisme baru," kata Ketua Umum PKB PII Soetrisno Bachir dan Sekretaris Djayadi Hanan dalam rilisnya akhir pekan ini.

Untuk itu PKB PII menyerukan kepada seluruh komponen bangsa untuk tetap menjaga persatuan dalam kebhinekaan berdasarkan semangat saling menghormati, menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, memelihara kerukunan dan ukhuwah Islamiah.

Catatan akhir tahun yang diberi judul "Tausiah 2011" ini juga memberi catatan di bidang lainnya. Dalam percaturan ekonomi global yang dilanda krisis, terutama di Eropa dan Amerika, secara umum fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Secara makro bahkan termasuk yang terbaik dengan pertumbuhan ekonomi yang mengesankan.  Di bidang ekonomi, meskipun secara makro baik, secara mikro kita masih dihadapkan pada kenyataan pahit, dengan semakin lebarnya jurang antara orang kaya dengan orang-orang tidak mampu.

"Lebih kurang 80% kekayaan di negeri ini dikuasai oleh segelintir orang dengan kekayaan yang luar biasa besar. Ketidakadilan ekonomi dan pembangunan ekonomi melahirkan kehidupan ekonomi yang tidak seimbang antara pusat dan daerah," kata Soetrisno Bachir.

Sementara di bidang politik,  PKB PII mencatat kehidupan demokrasi masih suram. Kekuasaan masih berputar secara oligarkis, dengan kroni dan dinasti yang semakin menguat. Akibatnya, meski secara makro demokrasi telah berjalan, namun faktanya, partisipasi publik belum sepenuhnya mampu memberi perubahan yang berarti. Partai politik dan kebijakan partai politik belum membawa negeri ini menjadi lebih baik.

Di bidang hukum, PKB PII melihat kualitas dan kuantitas tindakan melawan hukum yang semakin meningkat. Kejahatan biasa (ordinary crime), kejahatan kerah putih (white colar crime) dan kejahatan melalui teknologi informasi (cyber crime) semakin menonjol. Kejahatan terjadi tidak hanya bersifat lokal dan nasional tetapi juga internasional. Laju perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah mendorong munculnya kejahatan baru yang sulit untuk dijerat oleh undang-undang dan kemampuan aparat penegak hukum di tanah air.

PKB PII juga meminta kepada pemerintah untuk jujur kepada rakyat, menjalankan amanah dengan benar agar tujuan untuk menciptakan kesejahteraan rakyat tidak pernah pudar. Tidak ragu-ragu dalam mengambil kebijakan untuk menjaga stabilitas dari ancaman krisis baik dari dalam maupun luar akan mendorong tumbuhnya kepercayaan dan partisipasi masyarakat.

Sementara kepada pemimpin formal dan informal di semua tingkatan untuk bergandeng tangan, turut serta menyelesaikan masalah-masalah bangsa, membangun kohesi nasional agar krisis tidak berujung pada terpecah-belahnya masyarakat ke dalam kelompok dan ikatan sektarian.

Perhimpunan Alumni PII akan mendukung semua kebijakan dan setiap langkah yang berusaha untuk menciptakan kesejahteraan rakyat, meredam setiap potensi konflik yang terjadi dan menjadi pemecah masalah dari persoalan yang muncul akibat krisis sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon