Kepengurusan Partai Golkar Gemuk, Pakar: Dipaksakan Sebagai Bentuk Balas Jasa
Jumat, 5 Desember 2014 | 14:14 WIB
Jakarta - Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menilai, Ketua Umum Partai Golkar terpilih Aburizal Bakrie (ARB) memaksakan orang-orangnya masuk dalam susunan pengurus, sehingga kepengurusan menjadi gemuk. Hal ini dilakukannya sebagai bentuk balas jasa.
"Kepengurusan Partai Golkar gemuk, karena memang dipaksakan untuk mengakomodasi kader-kader yang loyal dan berhasil memenangkan ARB di Munas IX Golkar sebagai bentuk terima kasih," ujar Yunarto, saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (5/12).
Dengan kepengurusan yang gemuk ini, lanjutnya, ARB memang berusaha untuk melakukan konsolidasi. Namun, konsolidasi hanya untuk mengamankan kepentingan ARB dan kubunya, bukan konsolidasi organisasi dan partai secara keseluruhan.
"Ini adalah bentuk degradasi Partai Golkar. ARB harus ingat Partai Golkar besar bukan karena tokoh, tetapi karena sistem kaderisasi dan organisasinya kuat dan matang," tegasnya.
Meskipun demikian, Yunarto menantang ARB dengan kepengurusannya yang gemuk, apakah mampu membangun organisasi yang solid dengan mengakomodasi berbagai faksi di tubuh Golkar dan kaderisasi yang matang.
"Efektif tidaknya kepengurusan yang gemuk ini, nanti kita lihat apakah kepengurusan mampu bangun soliditas faksi di tubuh Golkar, kaderisasi yang matang, dan Golkar tidak pecah. Kalau tidak mampu, ARB dipastikan gagal dengan kepengurusannya yang gemuk," tandasnya.
Dalam susunan pengurus partai Golkar yang baru, terdapat ketua harian dan sembilan wakil ketua umum, ditambah sekretaris jenderal dan bendahara umum.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




