Bupati Optimistis Perekonomian Banyuwangi Tumbuh di Atas Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Jumat, 5 Desember 2014 | 19:59 WIB
RS
IC
Penulis: Ridho Syukro | Editor: CAH
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, berdiskusi dengan perangkat desa saat sosialisasi, dan pelatihan e-Village Budgeting. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menerapkan sistem penganggaran, dan pengawasan program pembangunan desa sistem online. Sistem yang diberi nama e-Village Budgeting (e-VB), dan e-Village Monitoring (e-VM) tersebut, akan diterapkan kepada 189 desa yang ada di Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, berdiskusi dengan perangkat desa saat sosialisasi, dan pelatihan e-Village Budgeting. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menerapkan sistem penganggaran, dan pengawasan program pembangunan desa sistem online. Sistem yang diberi nama e-Village Budgeting (e-VB), dan e-Village Monitoring (e-VM) tersebut, akan diterapkan kepada 189 desa yang ada di Banyuwangi. (Istimewa)

Jakarta - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan setiap tahun perekonomian Banyuwangi selalu tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.  Ia memperkirakan tahun 2014 perekonomian Banyuwangi tumbuh pada level 6,9% dalam setahun penuh.

Menurutnya faktor yang mempengaruhi perekonomian Banyuwangi adalah inflasi yang terkendali dan investasi yang terus meningkat.

Dia mengatakan meskipun tahun ini pemerintah menaikkan harga BBM tetapi inflasi di Banyuwangi tetap terjaga. Inflasi November di Banyuwangi mencapai 1%.

Abdullah mengatakan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Banyuwangi sangat hebat dalam menjaga inflasi.  Hal tersebut dapat dilihat dari pasokan pangan utama yang terjaga seperti cabe, beras dan daging ayam dan sapi.

Dia menjelaskan, investasi di Banyuwangi juga terus mengalami peningkatan dan pemerintah daerah sudah menerapkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk mempermudah perizinan investasi.

"Investasi akan kami permudah dengan terus memperkuat PTSP," ujar dia ketika ditemui dalam acara " Rakor Nasional Bank BCA" di Hotel Kepemski, Jakarta, Jumat (5/12).

Abdullah mengatakan sektor yang menjadi incaran investor di Banyuwangi adalah pariwisata, hotel dan restoran. Menurut dia peningkatan iklim investasi secara tidak langsung menyerap tenaga kerja.

Terbukti angka kemiskinan di Banyuwangi juga mengalami penurunan, dari 20,4% pada tahun 2012 menjadi 10,5% pada tahun 2014

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon