Tunjangan Jenderal Polisi Tak Naik
Senin, 8 Desember 2014 | 16:02 WIB
Jakarta -- Polri dikucuri anggaran Rp 51,6 triliun pada 2015. Anggaran sebesar itu di antaranya terserap sebesar Rp 31 triliun atau 62 persen untuk belanja pegawai.
"Salah satunya untuk, bahasanya ya, penyesesuaian remunerasi sehingga remunerasi Polri kini hampir sama dengan TNI," kata Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Polri Irjen Tito Karnavian di Universitas Bhayangkara Jakarta Senin (8/12).
Disebut penyesuaian menurut Tito, bukan kenaikan, alasannya karena selama ini remunerasi atau tunjangan berbasis kinerja yang diterima perwira menengah Polri setara dengan bintara TNI.
"Jadi disesuaikan ya dengan TNI. Yang disesuaikan itu remunerasi mulai dari bintara sampai pamen Polri. Jenderal Polri tidak ada kenaikan remunerisasi. Besarannya berapa per-grade saya harus lihat datanya," sambungnya.
Sebelumnya Kapolri Jenderal Sutarman telah mengatakan jika sebagian dari kenaikan anggaran itu akan digunakan untuk penyesuaian remunerasi Polri.
"Saya tidak ingat persis, tapi lebih kurang kenaikan remunerasi tahun depan 30 persen per tingkatnya. Anggaran yang lainnya untuk pos-pos lainnya seperti pos operasional," kata Sutarman saat itu.
Remunerasi Polri memang tertinggal dibanding TNI. Pada 2010 lalu misalnya remunerasi TNI dengan jabatan tertinggi mendapat Rp 29,22 juta per bulan dan jabatan terendah Rp 924.000 per bulan.
Sedangkan untuk Polri, di tahun yang sama, tunjangan untuk jabatan tertinggi sebesar Rp 21,3 juta per bulan dan terendah Rp 553.000 per bulan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




