Intiland Galang Dana Rp 4,5 Triliun
Kamis, 11 Desember 2014 | 09:53 WIBJakarta – PT Intiland Development Tbk (DILD) akan menggalang dana sebesar Rp 4,5 triliun mulai tahun depan. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi 60 persen biaya reklamasi satu pulau di Pantai Utara Jakarta. Adapun total biaya reklamasi itu mencapai Rp 7,5 triliun.
Sekretaris Perusahaan Intiland Theresia Rustandi mengatakan, perseroan tengah mengkaji semua opsi, seperti pinjaman perbankan, pembentukan joint venture (perusahaan patungan), emisi obligasi, maupun penerbitan saham baru. Penggalangan dana akan dilakukan secara bertahap.
"Opsi yang akan kami pilih tentunya tergantung dari situasi pasar ketika kami membutuhkan dana tersebut. Semua pilihan sedang kami pelajari," kata Theresia di Jakarta, Rabu (10/12).
Sementara itu, sisa kebutuhan dana sebesar Rp 3 triliun atau setara 40 persen dari total biaya reklamasi akan didanai kas internal. Sesuai rencana, Intiland akan membangun kawasan terpadu di atas lahan seluas 63 hektare (ha).
Perseroan akan membangun apartemen komersial, menara perkantoran, dan perumahan. Pembangunan megaproyek properti tersebut diharapkan dapat dimulai tahun depan, setelah izin reklamasi diperoleh perseroan.
Theresia menambahkan, pihaknya sangat membuka kemungkinan untuk menjalin kerja sama dengan mitra strategis dalam pengembangan proyek tersebut. Saat ini, banyak perusahaan properti asing yang ingin masuk ke Indonesia.
Proyek tersebut merupakan bagian dari megaproyek reklamasi 17 pulau di wilayah Pantai Utara Jakarta. Proyek bernama National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) itu segera dimulai pada 2015. Pembangunan 17 pulau baru akan menambah luas Jakarta sebesar 5.100 ha.
Sementara itu, perseroan juga akan mengembangkan kawasan industri. Setelah sukses mengembangkan kawasan industri di Ngoro, Jawa Timur, Intiland berencana memulai proyek kawasan industri lainnya tahun depan. Perseroan sedang membidik lahan seluas 500 ha yang juga terletak di Jawa Timur.
Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan, pihaknya menyiapkan dana sebesar Rp 50 – 100 miliar untuk pembebasan lahan tahap pertama.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




